Harianjogja.com, BANTUL-SMA N 1 Jetis gelar kegiatan susur sungai bersama Forum  Komunikasi Winongo Asri (FKWA) di sekitaran sungai Winongo, Derso, Srihardono, Pundong, Selasa (17/10/2017). Kegiatan ini selain mengaplikasikan materi pembelajaran di sekolah juga diharapkan siwa lebih sadar dengan lingkungan terutama sungai yang mulai tercemar.


Staf pengajar di Sekolah Sungai Pawiyatan Winongo Asri Yudhi Wahyudiana mengatakan, kegiatan susur sungai dilakukan dengan pemantauan biotilik. "Metode tersebut diterapkan dengan melihat keberagaman hewan-hewan air termasuk serangga, keong, udang, dan biota lainnya," ujar dia Selasa (17/10/2017).


Hewan-hewan tersebut nantinya akan diteliti apakah terkena dampak polutan atau tidak. Selanjutnya akan dihitung

persentasenya. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga dapat mengetahui tingkat pencemaran sungai itu. Yudhi mengungkapkan, dampak pencemaran tersebut akan berpengaruh pada kualitas air termasuk air konsumsi, untuk pertanian warga sekitar sungai, dan berpengaruh pengaruh terhadap ikan.


Wakil Kepala Kesiswaan Bambang Yuwana mengungkapkan, kegiatan ini dapat mengurangi dampak buruk yang dihasilkan manusia terhadap sungai selain itu juga siswa dapat berinteraksi dengan masyarakat. "Anak-anak dapat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga anak bisa berkomunikasi dan tahu keluhan dari masyarakat," kata Bambang.

" />

Harianjogja.com, BANTUL-SMA N 1 Jetis gelar kegiatan susur sungai bersama Forum  Komunikasi Winongo Asri (FKWA) di sekitaran sungai Winongo, Derso, Srihardono, Pundong, Selasa (17/10/2017). Kegiatan ini selain mengaplikasikan materi pembelajaran di sekolah juga diharapkan siwa lebih sadar dengan lingkungan terutama sungai yang mulai tercemar.


Staf pengajar di Sekolah Sungai Pawiyatan Winongo Asri Yudhi Wahyudiana mengatakan, kegiatan susur sungai dilakukan dengan pemantauan biotilik. "Metode tersebut diterapkan dengan melihat keberagaman hewan-hewan air termasuk serangga, keong, udang, dan biota lainnya," ujar dia Selasa (17/10/2017).


Hewan-hewan tersebut nantinya akan diteliti apakah terkena dampak polutan atau tidak. Selanjutnya akan dihitung

persentasenya. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga dapat mengetahui tingkat pencemaran sungai itu. Yudhi mengungkapkan, dampak pencemaran tersebut akan berpengaruh pada kualitas air termasuk air konsumsi, untuk pertanian warga sekitar sungai, dan berpengaruh pengaruh terhadap ikan.


Wakil Kepala Kesiswaan Bambang Yuwana mengungkapkan, kegiatan ini dapat mengurangi dampak buruk yang dihasilkan manusia terhadap sungai selain itu juga siswa dapat berinteraksi dengan masyarakat. "Anak-anak dapat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga anak bisa berkomunikasi dan tahu keluhan dari masyarakat," kata Bambang.

" /> Dorong Siswa Mencintai Lingkungan, Ini yang Dilakukan SMA N 1 Jetis - Harianjogja.com

Advertisement

Dorong Siswa Mencintai Lingkungan, Ini yang Dilakukan SMA N 1 Jetis

Herlambang Jati Kusumo
Rabu, 18 Oktober 2017 - 20:55 WIB
Kusnul Isti Qomah
Dorong Siswa Mencintai Lingkungan, Ini yang Dilakukan SMA N 1 Jetis

Advertisement


"Anak-anak dapat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga anak bisa berkomunikasi dan tahu keluhan dari masyarakat"


Harianjogja.com, BANTUL-SMA N 1 Jetis gelar kegiatan susur sungai bersama Forum  Komunikasi Winongo Asri (FKWA) di sekitaran sungai Winongo, Derso, Srihardono, Pundong, Selasa (17/10/2017). Kegiatan ini selain mengaplikasikan materi pembelajaran di sekolah juga diharapkan siwa lebih sadar dengan lingkungan terutama sungai yang mulai tercemar.


Staf pengajar di Sekolah Sungai Pawiyatan Winongo Asri Yudhi Wahyudiana mengatakan, kegiatan susur sungai dilakukan dengan pemantauan biotilik. "Metode tersebut diterapkan dengan melihat keberagaman hewan-hewan air termasuk serangga, keong, udang, dan biota lainnya," ujar dia Selasa (17/10/2017).


Hewan-hewan tersebut nantinya akan diteliti apakah terkena dampak polutan atau tidak. Selanjutnya akan dihitung

persentasenya. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga dapat mengetahui tingkat pencemaran sungai itu. Yudhi mengungkapkan, dampak pencemaran tersebut akan berpengaruh pada kualitas air termasuk air konsumsi, untuk pertanian warga sekitar sungai, dan berpengaruh pengaruh terhadap ikan.


Wakil Kepala Kesiswaan Bambang Yuwana mengungkapkan, kegiatan ini dapat mengurangi dampak buruk yang dihasilkan manusia terhadap sungai selain itu juga siswa dapat berinteraksi dengan masyarakat. "Anak-anak dapat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga anak bisa berkomunikasi dan tahu keluhan dari masyarakat," kata Bambang.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan

News
| Sabtu, 04 April 2026, 07:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement