35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Salah seorang petugas dari Polsek Purwosari sedang memeriksa batu besar yang menjebol sebagian rumah milik Adi Tiryono di Dusun Nglegok, Giritirto, Purwosari. Minggu (29/10/2017). (Istimewa/Polsek Purwosari)
Hujan deras menyebabkan longsor.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Kawasan perbukitan di Dusun Nglegok, Giritirto, Purwosari ambrol pada Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya sebuah batu besar berdiameter lima meter jatuh dan menjebol rumah milik Adi Tiryono.
Beruntung saat kejadian, korban bersama keluarga tidak berada di rumah sehingga dapat selamat dari musibah tersebut. Namun, jatuhnya batu raksasa ini membuat Tiryono menanggung kerugian hingga Rp6 juta.
Kepala Polsek Purwosari AKP Mursidiyanto mengatakan, ambrolnya batu besar yang menimpa rumah Tiryono tidak lepas dari hujan yang turun di kawasan itu pada Sabtu (28/10/2017) malam. Diduga batu ambrol karena pergeseran yang diakibatkan oleh aliran air hujan sehingga meluncur menimpa rumah warga. “Ukuran batu sangat besar karena sampai menjebol rumah milik Tiryono,” kata Mursidiyanto Minggu (29/10/2017).
Menurut dia, peristiwa batu ambrol tidak sampai memakan korban jiwa karena saat kejadian pemilik rumah berada di ladang. Namun demikian, Tiryono harus menanggung kerugian yang mencapai Rp6 juta. Selain itu, dia dan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Rumah untuk sementara tidak bisa ditinggali karena berbahaya. Akibat hantaman batu itu, sebagian rumah yang dimiliki rusak,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, kata Mursidiyanto, warga bersama-sama dengan anggota kepolisian dan TNI telah bekerja bakti. Namun upaya pemindahan batu belum bisa dilakukan karena waktu yang telah malam sehingga pengerjaan dilanjutkan Senin (30/10/2017) pagi. “Untuk tahap awal, kami baru memindahkan keluarga korban ke tempat yang lebih aman. Sedang untuk pemecahan batu baru dilaksanakan besok [hari ini]. Agar kerusakan tidak semakin parah, warga juga telah memasang kayu penyangga di titik batu menimpa rumah,” katanya lagi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku sudah mendapatkan laporan terkait dengan batu besar yang menimpa rumah salah seorang warga di Desa Giritrito. “Sudah dapat kabar, tapi untuk evakuasi baru dilaksanakan besok [Senin],” katanya.
Dia pun berharap kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana alam di musim penghujan. Pasalnya, itensitas hujan yang semakin tinggi meningkatkan potensi terjadinya musibah mulai dari angin kencang, banjir hingga tanah longsor. “Semua harus waspada karena potensi bencana bisa datang kapan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
UIN Sunan Kalijaga memberangkatkan 3.725 mahasiswa KKN Angkatan 120 ke DIY, berbagai daerah Indonesia, hingga empat negara.
Daftar harga iPhone Juli 2026 resmi diperbarui. iPhone 17 Pro Max 2 TB menjadi varian termahal dengan harga Rp44.749.000.
Menhub memastikan aturan potongan komisi ojol maksimal 8% berlaku sejak 1 Juni 2026. Simak cakupan dan penjelasannya.
Residivis berusia 65 tahun ditangkap setelah mencuri belasan sepeda di Sleman dan Bantul. Polisi menyita 14 sepeda serta menangkap penadah.
Rieke Diah Pitaloka mengusulkan tiga langkah memperkuat penerapan Pasal 3 UU Tipikor demi kepastian hukum, keadilan, dan kepercayaan publik.