Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Salah seorang petugas dari Polsek Purwosari sedang memeriksa batu besar yang menjebol sebagian rumah milik Adi Tiryono di Dusun Nglegok, Giritirto, Purwosari. Minggu (29/10/2017). (Istimewa/Polsek Purwosari)
Hujan deras menyebabkan longsor.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Kawasan perbukitan di Dusun Nglegok, Giritirto, Purwosari ambrol pada Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya sebuah batu besar berdiameter lima meter jatuh dan menjebol rumah milik Adi Tiryono.
Beruntung saat kejadian, korban bersama keluarga tidak berada di rumah sehingga dapat selamat dari musibah tersebut. Namun, jatuhnya batu raksasa ini membuat Tiryono menanggung kerugian hingga Rp6 juta.
Kepala Polsek Purwosari AKP Mursidiyanto mengatakan, ambrolnya batu besar yang menimpa rumah Tiryono tidak lepas dari hujan yang turun di kawasan itu pada Sabtu (28/10/2017) malam. Diduga batu ambrol karena pergeseran yang diakibatkan oleh aliran air hujan sehingga meluncur menimpa rumah warga. “Ukuran batu sangat besar karena sampai menjebol rumah milik Tiryono,” kata Mursidiyanto Minggu (29/10/2017).
Menurut dia, peristiwa batu ambrol tidak sampai memakan korban jiwa karena saat kejadian pemilik rumah berada di ladang. Namun demikian, Tiryono harus menanggung kerugian yang mencapai Rp6 juta. Selain itu, dia dan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Rumah untuk sementara tidak bisa ditinggali karena berbahaya. Akibat hantaman batu itu, sebagian rumah yang dimiliki rusak,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah, kata Mursidiyanto, warga bersama-sama dengan anggota kepolisian dan TNI telah bekerja bakti. Namun upaya pemindahan batu belum bisa dilakukan karena waktu yang telah malam sehingga pengerjaan dilanjutkan Senin (30/10/2017) pagi. “Untuk tahap awal, kami baru memindahkan keluarga korban ke tempat yang lebih aman. Sedang untuk pemecahan batu baru dilaksanakan besok [hari ini]. Agar kerusakan tidak semakin parah, warga juga telah memasang kayu penyangga di titik batu menimpa rumah,” katanya lagi.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengaku sudah mendapatkan laporan terkait dengan batu besar yang menimpa rumah salah seorang warga di Desa Giritrito. “Sudah dapat kabar, tapi untuk evakuasi baru dilaksanakan besok [Senin],” katanya.
Dia pun berharap kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana alam di musim penghujan. Pasalnya, itensitas hujan yang semakin tinggi meningkatkan potensi terjadinya musibah mulai dari angin kencang, banjir hingga tanah longsor. “Semua harus waspada karena potensi bencana bisa datang kapan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
PPDI Sleman menilai perubahan desil penyandang disabilitas belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Fasilitas khusus seperti kloset duduk dinilai tidak bisa.
China mulai mengenakan pajak konsumsi pada baterai litium kendaraan listrik. Kebijakan ini berpotensi menaikkan biaya produksi dan menandai berakhirnya era inse
Touchpad laptop tiba-tiba tidak berfungsi? Simak penyebab dan cara mengatasi touchpad mati mulai dari restart laptop, update driver hingga solusi servis.
Tanah longsor akibat hujan yang dipicu Siklon Tropis Saudel menerjang Provinsi Jiangxi, China. Satu orang tewas, 11 hilang, dan ratusan ribu warga dievakuasi.
Kebocoran informasi stok amunisi AS diselidiki. Sekitar 50 staf Pentagon menjalani tes poligraf pada Agustus 2026.