Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencarian panjang terhadap Mbah Kasemo, 85, warga Kalurahan Sodo, Paliyan, akhirnya berakhir dengan kabar duka. Lansia yang telah dilaporkan hilang sejak 22 Juni 2026 itu ditemukan meninggal dunia di kawasan Luweng Ngeleng, Padukuhan Karangmiri, Kalurahan Mulusan, Selasa (30/6/2026) pagi.
Penemuan jasad korban terjadi setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan korban. Lokasi penemuan berada di bagian barat daya area Luweng Ngeleng sekitar pukul 10.50 WIB.
“Sudah ditemukan hari ini pukul 10.50 WIB di barat daya Luweng Ngeleng dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, Selasa (30/6/2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing setelah bekerja selama berhari-hari sejak laporan hilangnya korban diterima.
AKP Slamet menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian, mulai dari aparat kepolisian, tim SAR, hingga relawan dan warga sekitar yang turut membantu menyisir area.
Diketahui, Mbah Kasemo terakhir kali meninggalkan rumah pada Senin (22/6/2026). Saat itu, ia mengenakan kaos lurik warna putih dengan kombinasi celana hitam. Pihak keluarga sempat melaporkan bahwa korban diduga mengalami kepikunan sehingga tidak kembali ke rumah setelah bepergian.
“Sudah pikun sehingga saat pergi tidak kembali,” ujarnya.
Slamet juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap lansia yang memiliki keterbatasan daya ingat. Menurutnya, kejadian seperti ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terulang, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota lansia yang masih aktif beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, Kepala SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat di sejumlah lokasi yang memiliki medan sulit, termasuk kawasan hutan dan area yang memiliki luweng atau lubang alam. Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi drone untuk membantu pemantauan dari udara.
“Informasinya, Mbah Kasemo pergi dengan tujuan ke rumah anaknya di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Tapi ternyata tidak sampai ke tempat yang dituju,” jelasnya.
Rio menambahkan, setelah berhari-hari melakukan pencarian tanpa henti, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Keberhasilan operasi ini berkat sinergi dari seluruh personel yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama pencarian,” ujarnya.
Usai proses evakuasi, tim SAR memastikan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing dan operasi pencarian dinyatakan selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus