Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pencarian panjang terhadap Mbah Kasemo, 85, warga Kalurahan Sodo, Paliyan, akhirnya berakhir dengan kabar duka. Lansia yang telah dilaporkan hilang sejak 22 Juni 2026 itu ditemukan meninggal dunia di kawasan Luweng Ngeleng, Padukuhan Karangmiri, Kalurahan Mulusan, Selasa (30/6/2026) pagi.
Penemuan jasad korban terjadi setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan korban. Lokasi penemuan berada di bagian barat daya area Luweng Ngeleng sekitar pukul 10.50 WIB.
“Sudah ditemukan hari ini pukul 10.50 WIB di barat daya Luweng Ngeleng dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, Selasa (30/6/2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing setelah bekerja selama berhari-hari sejak laporan hilangnya korban diterima.
AKP Slamet menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian, mulai dari aparat kepolisian, tim SAR, hingga relawan dan warga sekitar yang turut membantu menyisir area.
Diketahui, Mbah Kasemo terakhir kali meninggalkan rumah pada Senin (22/6/2026). Saat itu, ia mengenakan kaos lurik warna putih dengan kombinasi celana hitam. Pihak keluarga sempat melaporkan bahwa korban diduga mengalami kepikunan sehingga tidak kembali ke rumah setelah bepergian.
“Sudah pikun sehingga saat pergi tidak kembali,” ujarnya.
Slamet juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap lansia yang memiliki keterbatasan daya ingat. Menurutnya, kejadian seperti ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terulang, terutama bagi keluarga yang memiliki anggota lansia yang masih aktif beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, Kepala SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran darat di sejumlah lokasi yang memiliki medan sulit, termasuk kawasan hutan dan area yang memiliki luweng atau lubang alam. Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi drone untuk membantu pemantauan dari udara.
“Informasinya, Mbah Kasemo pergi dengan tujuan ke rumah anaknya di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Tapi ternyata tidak sampai ke tempat yang dituju,” jelasnya.
Rio menambahkan, setelah berhari-hari melakukan pencarian tanpa henti, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Keberhasilan operasi ini berkat sinergi dari seluruh personel yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama pencarian,” ujarnya.
Usai proses evakuasi, tim SAR memastikan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing dan operasi pencarian dinyatakan selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Mobil listrik dan mobil mewah beralih ke kabel aluminium menggantikan tembaga karena harga dan efisiensi.
Pasar saham China anjlok 15 persen sepanjang 2026 akibat euforia AI yang meredup. Tencent dan Alibaba turun 29 persen. Cek penyebab dan dampaknya di sini.
Cyberdeck jadi tren Gen Z: komputer rakitan DIY berbasis Raspberry Pi sebagai bentuk ekspresi diri dan teknologi anti seragam.
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Kasus malaria impor Sleman 2026 capai 39 kasus, sama seperti 2024, seluruhnya berasal dari luar wilayah.