Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan mengunjungi jajaran Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO -Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan mengunjungi jajaran Pemkab Kulonprogo, Selasa (7/11/2017). Mereka tertarik mempelajari proses pembuatan regulasi terkait kawasan tanpa rokok (KTR).
Sekretaris Daerah Muara Enim, Hasanudin mengatakan pihaknya tengah bersiap menyusun peraturan daerah (Perda) terkait KTR untuk dibahas bersama Dewan setempat pada 2018 mendatang. Mereka lalu merasa perlu belajar Kulonprogo yang sudah menerbitkan dan menerapkan regulasi khusus soal KTR.
“Terima kasih atas saran dan masukan Bupati dan Dinas Kesehatan Kulonprogo. Kami juga ingin belajar terkait hal lain, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” kata Hasanudin.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berupaya menerangkan proses penyusunan Perda No.5/2014 tentang KTR kepada tamunya. Dia mengungkapkan, Perda KTR pada dasarnya bertujuan melindungi anak-anak dan orang yang tidak merokok dari bahaya sebagai perokok pasif. Dia juga menegaskan jika regulasi itu bukan melarang orang merokok tetapi mengatur tempat yang diperbolehkan untuk merokok.
Hasto pun mengakui jika penerapan KTR tidaklah mudah. Meski begitu, dia yakin Pemkab Muara Enim akan bisa melalui berbagai dinamika yang ada. “Kita mulai dari hal yang bisa dilakukan dan dari hal yang mudah dilakukan dahulu,” ujar Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.