Kawasan Industri Gunungkidul Diperluas Jadi 1.500 Hektare
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Pendapatan daerah Gunungkidul direncanakan sebesar Rp1,709 triliun
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Anggaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di 2018 berpotensi defisit sebesar Rp67,2 miliar. Hal ini terlihat dalam penyampaian nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 yang disampaikan Bupati Gunungkidul Badingah dalam rapat paripurna DPRD, Senin (13/11/2017).
Dalam penyampaian itu dijelaskan, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,709 triliun. Jumlah ini merupakan akumulasi dari dana perimbangan pemerintah pusat, pendapatan asli daerah serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. Rencananya akumulasi pendapatan ini digunakan untuk pembiayaan belanja daerah, baik secara langsung maupun tidak lansung.
Sayangnya, dalam plafon ini terjadi defisit karena proyeksi belanja lebih besar ketimbang pendapatan yang diperoleh Pemkab Gunungkidul. Tahun depan, Pemkab Gunungkidul merencanakan anggaran belanja sebesar Rp1,777 triliun. Ini berarti ada defisit anggaran sebesar Rp67,2 miliar. Meski ada kekurangan pembiayaan, Badingah mengaku tidak khawatir dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan, plafon tersebut masih bersifat rencana dan realisasinya masih berpotensi berubah.
“Tidak masalah ada defisit. Sebab, dalam pelaksanaannya nanti juga masih ada efisiensi yang bisa digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Selain itu juga masih ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran [Silpa] yang bisa dipergunakan,” kata Badingah kepada wartawan, Senin, (13/11/2017).
Ia menjelaskan, kekurangan tersebut bukan harus dipersoalkan karena dalam pelasakaan akan dapat berjalan dengan baik. “Kita optimistis semua akan lancar sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Badingah memaparkan, tema pembangunan di 2018 bertajuk meningkatkan pengembangan industri pariwisata sebagai basis pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kemandirian didukung kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, berbudidaya, dan berintegritas. Mengacu dengan tema ini, lanjut dia, diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pilihan, urusan pendukung hingga urusan kewilayahan. “Semua sudah dijabarkan dalam draf RAPBD 2018 yang siap dibahas bersama-sama dengan anggota dewan,” kata Badingah lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Serapan pupuk subsidi Bantul baru sekitar 70% hingga September 2026. Penebusan diperkirakan meningkat saat musim tanam akhir tahun.
Changan mulai menyerahkan Nevo Q05 kepada konsumen Indonesia. SUV listrik ini mencatat lebih dari 1.000 SPK dan dibanderol mulai Rp349 juta.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.