Suplai Gas Melon Masih Melebihi Batas Kuota

16 Januari 2018 23:28 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Suplai elpiji 3kg di DIY sepanjang 2017 diakui masih melebihi batas kuota yang ditetapkan. Namun jumlahnya diklaim sudah kurang dari satu persen.

Hal tersebut diungkapkan Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta, Dody Prasetya, Selasa (16/1/2018). “Tahun 2018 ini distribusi elpiji 3kg diharapkan lebih bisa dikendalikan sehingga kuotanya mencukupi,” kata dia.

Dody mengatakan, kebutuhan elpiji 3kg pastikan akan selalu meningkat karena belum ada pembatasan yang jelas. Meski sudah disosialisasikan jika elpiji bersubsidi ditujukan untuk konsumsi rumah tangga dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), batas boleh atau tidaknya menggunakan gas melon nyatanya memang masih samar.

Tingkat konsumsi elpiji bersubsidi di DIY diketahui mencapai sekitar 20%, sedangkan sisanya sudah menggunakan elpiji nonsubsidi. Dody lalu memaparkan, Pertamina terus berupaya menekan kelebihan kuota gas melon dengan mengajak masyarakat untuk beralih ke bright gas atau produk nonsubsidi lainnya.

“Di wilayah DIY juga ada program penggunaan elpiji nonsubsidi bagi ASN dan TNI/Polri serta program Kampung Bright Gas,” ujar Dody.

Sebelumnya, kestabilan harga elpiji 3kg juga mendapatkan perhatian khusus selain permasalahan over supply. Pertamina memastikan elpiji 3kg dapat diperoleh di SPBU dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET). Hal ini bertujuan menstabilisasi harga atas kemungkinan terjadinya gejolak harga.

“Sebanyak 830 SPBU yang tersebar di Jawa Tengah dan Jogja telah kami siapkan untuk menjual elpiji 3kg dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” ungkap General Manager Marketing Operation Pertamina Region IV, Yanuar Budi Hartanto.