Pelimpahan Pengelolaan Trans Jogja Diundur

17 Januari 2018 15:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

PT AMI merasa belum siap dan mengajukan penangguhan

Harianjogja.com, JOGJA-Pelimpahan pengelolaan Trans Jogja secara total ke PT Anindya Mitra Internasional (AMI) yang sedianya dilakukan tahun ini urung terealisasi. Sebabnya, PT AMI merasa belum siap dan mengajukan penangguhan hingga akhir tahun 2018. Padahal pelimpahan dinilai akan membuat Trans Jogja lebih fleksibel.

Direktur PT AMI Dyah Puspitasari mengaku memilih mundur selangkah, daripada memaksakan diri mengelola Trans Jogja secara penuh. Pasalnya, memang PT AMI belum siap untuk itu dan butuh waktu lebih banyak lagi untuk melakukan kajian. Perlu waktu untuk melakukan beberapa penyesuaian dan kajian. Nanti pasti ada kebijakan pemerintah maunya seperti apa. Itu waktu dari april 2017 sampai Desember 2017, bagi kami belum cukup," katanya melalui sambungan telepon, Selasa (16/1/2018).

Penundaan pelimpahan manajemen Trans Jogja tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY Nomor 229/Kep/2017 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur DIY Nomor 403/Kep/2016 tentang penugasan PT AMI sebagai Operator Angkutan Perkotaan Trans Jogja. Ketidaksiapan PT AMI, lanjutnya, disebabkan karena perusahaan tersebut baru mulai mengurus operasional bus secara mandiri pada tahun 2017. Sebelumnya mereka berkolaborasi dengan PT Jogja Tugu Trans (JTT).

Dengan tanggung jawab lebih banyak, tak hanya operasional bus, melainkan juga mesti mengurus halte, pemasaran, dan pendapatan Trans Jogja, PT AMI merasa perlu menyiapkan diri dengan lebih matang. "Melihat tantangannya harus disikapi dengan serius. Ini lebih berat karena lebih menyeluruh. Dan nanti ditarget. Mesti dapet segini, kalau cukup enggak cukup, subsidi dikasi segini," tambahnya.

Kepala UPT Trans Jogja, Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto mengatakan, pelimpahan akan dilakukan pada tahun 2019, sehingga urusan Bantuan Operasional Kendaraaan (BOK) dan pendapatan Trans Jogja masih di kelola pihaknya. Sebenarnya ia berharap pengelolaan angkutan umum yang diluncurkan pada 2008 bisa segera diambil alih PT AMI. Sebab, menurutnya, dengan dikelola BUMD itu, Trans Jogja jadi lebih fleksibel.

"Saat sepi, bus ditarik, kalau ramai PT AMI bisa menerjunkan semua bus. Kalau BOK masih tidak fleksibel. Nanti namanya net subsidi, pendapatan dan kekurangan itu yang diusulkan ke pemerintah jadi subsidi. Selisihnya berapa?, itulah net subsidi. Kalau kami terlalu kaku," tutupnya saat dihubungi terpisah.