Pasar Gentan Mulai Beroperasi Pada Februari

18 Januari 2018 13:40 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Pedagang mengeluhkan kondisi pasar sementara yang mereka tempati.

Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah pedagang Pasar Gentan, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik masih harus bersabar untuk pindah ke Pasar Gentan yang telah rampung direvitalisasi. Mereka harus menunggu hingga akhir Februari untuk dapat berjualan di pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani mengatakan revitalisasi Pasar Gentan kini sudah rampung. Namun demikian Pasar Gentan masih belum dapat beroperasi. “Rencananya akhir Februari baru beroperasi, kami masih melakukan pemetaan dan mengatur zona sesuai dengan dagangan,” kata dia kepada Harianjogja.com, Rabu (17/1/2018).

Untuk melakukan pemetaan tersebut membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Setelah itu pihaknya juga masih akan melakukan sosialisasi dan uji coba. Sebelum benar-benar beroperasi para pedagang akan melakukan uji coba terlebih dahulu terkait dengan sejumlah fungsi seperti air, listrik dan juga saluran limbah.

Selain itu untuk setiap istalasi listrik nantinya juga akan dipindah namakan berdasarkan pemilik kios masing-masing, sehingga membutuhkan waktu.

Namun di sisi lain dia menjamin para pemilik kios yang telah terdaftar sebelumnya tidak akan dipungut biaya.“Kalau dia sudah punya izin sebelumnya tidak membayar. Tapi kalau penguhi baru, misalnya dahulu punya bapaknya tapi sekarang ditempati anaknya itu tetap orang lain [harus membayar] menurut kami. Seharusnya diserahkan dulu ke Pemerintah Kabupaten baru kemudian dibalik nama ke anaknya,” kata Tri.

Lanjutnya lagi saat ini Pasar Gentan setelah direvitalisasi memiliki kapasitas los untuk berjualalan sebanyak 180 pedagang, serta 26 kios. Dia berharap dengan kapasitas tersebut mampu menampung seluruh pedagang yang saat ini menghuni tempat relokasi sementara.

Sebelumnya ratusan pedagang yang telah direlokasi mengeluhkan kondisi kios penampungan sementara yang dinilai tidak layak. Mereka meminta pemerintah membangun infrastruktur pasar dengan memasang konblok. Mereka khawatir hujan menyebabkan kondisi pasar becek.

Maryati salah seorang pedagang sembako di lokasi tersebut meminta agar konblok dibangun sebelum musim hujan. “Setidaknya dilepo [disemen]. Kami sendiri urunan untuk menyemen jalan [antar kios] ini,” katanya beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Suparmin, pedagang sayuran di lokasi tersebut. Dia menjelaskan, banyak permintaan pedagang yang tidak dipenuhi pengelola pasar. Masalah listrik dan lampu penerangan, misalnya, hanya ditaruh di bagian tengah. Beberapa kali dia menyambung kabel listrik untuk menerangi bagian barat pasar namun dicabut oleh petugas.

“Akhirnya kami urunan Rp100.000 untuk nyambung listrik sendiri. Biaya perbulan juga urunan. Sebab kami sudah buka pasar sejak jam 04.30 kalau gelap bagaimana?,” katanya.