Tak Punya Komputer UNBK Sebagian SMP Masih Menumpang.

19 Januari 2018 08:40 WIB Sunartono Jogja Share :

30% SMP masih menumpang.

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 100% baik di tingkat SMP maupun SMA/SMK/MA pada 2018 ini. Jenjang SMA/SMK dinilai seluruhnya sudah memiliki fasilitas komputer, sedangkan SMP sekitar 30% yang harus numpang di sekolah lain karena keterbatasan fasilitas.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji memastikan prosedur operasional standar (POS) UN 2018 dari pusat telah diterima daerah, pihaknya telah meminta kepada sekolah untuk dapat melaksanakan UN sebaik-baiknya. “POS UN hampir tidak ada perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya kecuali disebutkan bahwa di pelajaran Matematika akan ada
soal esai jumlah tidak banyak, hanya sekitar lima soal. Kalau yang lain sama,” terangnya, Kamis (18/1/2018).

Aji memastikan, DIY akan melaksanakan UNBK 100% baik di SMP maupun SMA/SMK. Akan tetapi, pihaknya menyadari masih ada beberapa sekolah yang kemungkinan masih menumpang di sekolah lain karena keterbatasan fasilitas komputer, terutama jenjang SMP. Pihaknya memperkirakan ada sekitar 30% hingga 40% dari total 450 SMP di DIY yang harus menumpang di sekolah lain dalam pelaksanaan UNBK. “Kalau SMP sekitar 30 sampai 40 persen yang kekurangan [komputer] tetapi biasanya sekolah-sekolah kecil,” kata dia.

Ia menambahkan, SMP yang kekurangan fasilitas, dalam pelaksanaan UNBK akan direkomendasikan untuk menggunakan fasilitas SMA dan SMK. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan semua pihak terkait pelaksanaan jadwal ujian sekolah bagi SMA/SMK agar tidak bersamaan dengan pelaksanaan UNBK SMP, mengingat ujian sekolah SMK
juga dihelat basis komputer.

“Sudah kami perhitungkan, jadwal ujian sekolah tidak akan bersamaan dengan UN SMP, sehingga  SMK tetap bisa menggunakan komputer untuk ujian sekolah,” imbuhnya.

Bahkan Disdikpora DIY akan memberikan dukungan fasilitas kepada Kementerian Agama, agar Madrasah dapat memanfaatkan fasilitas SMK saat ujian Madrasah. “Tergantung lokasi madrasahnya terdekat, kalau dekat
dengan SMA ya pakai fasilitas SMA kalau dekat SMK ya pakai fasilitas SMK,” ujar Aji.