HARIAN JOGJA HARI INI : 16 Biro Hari dan Umrah Ditutup

21 Januari 2018 07:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harian Jogja Hari Ini edisi Minggu (21/1/2018)

Harianjogja.com, JOGJA-Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY menutup 16 biro travel haji dan umrah yang beroperasi tanpa izin atau ilegal di DIY.

KPU Sasar 1,9 Juta Rumah/Hari
SURABAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelaar apel kesiapan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) Serentak untuk Pilkada Serentak 2018 yang secara simbolis digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Jawa Timur. KPU menargetkan capaian coklit 1,9 juta per hari.

10 Sekolah Terpaksa Numpang
JOGJA-Dinas Pendidikan Kota Jogja memastikan masih ada sepuluh SMP yang seluruhnya berstatus swasta terpaksa harus menumpang di sekolah lain dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2018. Sekolah tersebut tidak memiliki fasilitas komputer yang memadai untuk mendukung kelancaran UNBK.

Siapa Lebih Setia
MILAN-Ujung tombak Inter Milan, Maurco Icardi, dan striker AS Roma, Edin Dzeko, bakal menyita perhatian ketika kedua tim dipertemukan di Giuseppe Meazza, Milan, Italia, Senin (22/1) pukul 02.45 WIB.

Saat Tepat untuk Bangkit
BETIS-Barcelona baru saja dipaksa merasakan kekalahan setelah 29 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi.

Dramatisasi Komik di Layar Lebar
Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir tayang di layar lebar. Berebut perhatian ddengan film animasi lainnya, film ini diharapkan bisa mewarnai genre film buatan Indonesia.

Hadirkan Bohochic untuk Perempuan Aktif
Perancang busana Amber Kusuma merancang busana dalam bran Peri Baju Indonesia. Semua koleksi ready to wear alias siap pakai ini dirancang bergaya bohomian atau boho chic.

Etalase Karya Seni di Changi, Singapura
Terminal 4 Bandar Udara Changi Singapura adalah bukti nyata harmonisasi antara arsitektur, teknologi, alam, dan seni rupa.

Sulap Pecahan Kaca Jadi Benda Bernilai Tinggi
Potongan kaca dan botol bekas yang selama ini hanya dihargai per kilogram, di tangan Ivan Bestari Minar Pradipta bisa menjadi barang mahal dengan nilai seni yang tinggi.