PKL Malioboro Tegaskan Tolak Relokasi

24 Januari 2018 12:40 WIB Sekar Langit Nariswari Jogja Share :

PKL enggan digusur.

Harianjogja.com, JOGJA--Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro menyatakan menolak direlokasi ke sentra PKL yang sedianya bakal dibangun di lahan eks bioskop Indra. Pemindahan dinilai hanya akan mematikan aktivitas perdagangan yang terjadi selama ini.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM), Rudi Harto mengatakan belum ada sosialisasi resmi pembangunan sentra PKL itu. Sosialisasi resmi terkait relokasi yang bakal dilakukan juga belum diterima sama sekali. Hanya saja, ia menegaskan jika menolak relokasi dalam bentuk apapun. PKL menyatakan bersedia ditata dengan tidak mengubah lokasi berjualan namun enggan digusur.

Penolakan salah satunya dikarenakan konsep sentra PKL tersebut yang bakal dibuat berupa bangunan bertingkat. Jika ada yang ditempatkan di lantai tiga, tentunya hal ini akan berdampak pada aktivitas penjualan pedagang. Hal ini tidak terbantahkan karena di lokasi manapun, tambah Rudi, pedagang yang mendapat tempat di lantai lebih tinggi akan lebih sulit mendapatkan pembeli. Dengan kata lain, ini bakal membunuh pedagang secara perlahan karena sepi pembeli.

Terkait penataan PKL saat ini yang dianggap semrawut dan tidak rapi, ia mengatakan memahami niatan pemerintah untuk melakukan perbaikan. “Jika dari tampilan kurang menarik, kurang kekinian apalah maka tugas pemerintah memfasilitasi dengan tempat kami sekarang,” terangnya kepada Harianjogja.com dihubungi lewat ponsel, Selasa (23/1/2018).

Ia menyampaikan jika PKL sendiri sudah menjadi ikon dari Malioboro yang merupakan jantung wisata Jogja. Karena itu, ia juga percaya jika dipindah lokasinya maka pasti akan membuat Malioboro kurang menarik lagi di mata wisatawan. Sebagaimana dimuat sebelumnya, sentra PKL itu rencananya akan mulai dibangun pada Maret mendatang. Gedung yang didirikan dengan dana Rp44 miliar itu akan dijadikan tiga lantai dan menjadi lima zona. Lantai dasar akan ditujukan bagi makanan kering, kedua untuk pusat suvenir, dan lantai ketiga bagi pedagang pakaian.

Pusat PKL ini akan bisa menampung 117 pedagang selain juga bakal dilengkapi gedung Taman Kuliner. Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY M. Mansur mengatakan PKL tidak akan digusur namun ditata. Sosialisasi kepada PKL akan dilakukan dalam waktu sebulan ke depan dengan memprioritaskan pemindahan PKL yang berada di depan Kompleks Kepatihan dan DPRD DIY. “Seleksi PKL yang dipindahkan perlu komunikasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Jogja,” katanya.