Terancam Longsor, Rumah Warga Piyungan Dibongkar

24 Januari 2018 15:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Total ada enam jiwa yang terpaksa pindah

Harianjogja.com, BANTUL-Dua rumah di Padukuhan Duwet Gentong, Dusun Watu Wayang, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan terancam longsor dari bukit setinggi kurang lebih 100 meter yang retak. Akibatnya, dua kepala keluarga (KK) mengungsi dan satu rumah terpaksa dibongkar.

Dua keluarga yang mengungsi tersebut adalah keluarga Ngadinem dan anaknya Junaidi, serta keluarga Ngadimin beserta istrinya Warni dan kedua anaknya yaitu Fadil dan Nisa. Total ada enam jiwa yang terpaksa pindah ke rumah warga lainnya yang lebih aman.

Salah satu warga, Jumali menuturkan bukit yang tepat berada di sebelah selatan rumah tersebut mulai retak sejak Sabtu (20/1/2018) lalu. Mulanya keretakan hanya sepanjang 60 meter, kini sudah mencapai sekitar 100 meter. Belum lagi penurunan tanah pada retakan menurutnya sudah sampai satu meter dari posisi normal. “Saat retak pertama kali, warga sudah antisipasi dengan dipasangi terpal,” katanya saat ditemui di sela-sela gotong royong, Rabu (24/1/2018).

Namun menurutnya langkah antisipasi tersebut tidak banyak membantu. Pasalnya curah hujan yang cukup tinggi dan terjadi terus menerus membuat tanah sedikit demi sedikit terkikis. Mengetahui hal tersebut, warga akhirnya memutuskan untuk melakukan evakuasi total meski pemilik rumah sudah mengungsi sejak dua hari sebelumnya.

Seluruh barang-barang dipindahkan ke rumah warga lainnya yang lebih aman. Ngadinem sementara tinggal di rumah Jumali. Sementara, Ngadimin pindah ke rumah keluarganya. “Rumah Pak Ngadimin dibongkar, tapi yang punya Bu Ngatinem baru dikosongkan dan sementara tinggal di rumah saya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lapangan, rumah Ngadimin telah dibongkar secara bertahap. Seluruh kusen telah dilepas, warga kemudian bergotong-royong melepas genting rumah. Material-material tersebut kemudian diangkut menggunakan truk untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mengingat kedua rumah tersebut berada di kawasan zona merah rawan longsor. Selain itu warga juga memotong pohon yang tumbuh di lereng bukit yang retak untuk mengurangi beban tanah.