Peternak Sapi di Kawasan JJLS Cemas Tergusur

26 Januari 2018 12:40 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Kawasan JJLS semakin ramai.

Harianjogja.com, BANTUL--Keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang melintasi Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul diyakini akan berpengaruh terhadap kenaikan harga tanah peternakan di sekitarnya. Peternak berharap nantinya lahan peternakan tidak direlokasi lantaran lahan dekat JJLS disewakan pada investor.

Ketua Kelompok Ternak 45 Kretek, Sarjuno, mengatakan lahan peternakan yang dia kelola berdiri di atas tanah seluas kurang lebih lima hektare. Saat ini masih terdapat sekitar satu hektare lahan yang belum dimanfaatkan. Dengan adanya JJLS menurutnya akan mempengaruhi kenaikan harga tanah. "Tergantung pemerintah desa, ini kan tanah kas desa. Tergantung mereka mau disewakan ke investor atau memang diperuntukkan untuk masyarakat sini biar bisa tetap beternak," ujar Sarjuno, Kamis (25/1/2018).

Sarjuno mengatakan jika nantinya lahan peternak disewakan pada investor, peternak berharap bisa direlokasi di tempat yang layak. Sebab apabila peternak harus kembali mengelola sapi di rumah masing-masing, dampak lingkungan dan kesehatan sapi akan terganggu.

Sarjuno menambahkan, sebelumnya pada 1979, warga beternak sapi di rumah masing-masing. Lokasi kandang yang berdekatan dengan rumah mereka menyebabkan adanya tanah becek yang merupakan sarang penyakit. "Kotoran sapi menyebabkan becek. Itu sumber penyakit buat sapi, seperti mencret dan kutu," ujar Sarjuno.

Adanya JJLS diprediksi akan menumbuhkan potensi pariwisata. Namun warga berharap dengan adanya JJLS nanti, keamanan peternakan bisa diperketat. "Harapannya bisa diperketat, tapi untuk relokasi, saya percaya pemerintah desa masih berpihak pada kami," kata Sarjuno.

Kepala Desa Parangtritis, Sutopo, mengatakan selama dia masih menjabat sebagai Kepala Desa, penggusuran atau relokasi untuk menampung investor tidak akan terjadi. Dia mengatakan hanya akan ada penataan kandang di kompleks peternakan Kretek yang berjumlah empat buah.

"Bahkan kandang-kandang yang di permukiman akan kami pindah ke situ [kompleks peternakan dekat JJLS]. Soalnya tletong sapine [kotoran sapi] mengganggu permukiman. Akan dimanfaatkan juga lahan sisa satu hektare itu," kata Topo.

Topo membenarkan jika akan ada peningkatan keramaian saat JJLS dibuka. Oleh karena itu dia akan memperketat keamanan dengan menggencarkan program ronda warga setempat. Apalagi belum lama terjadi pencurian dua sapi saat peternak pergi memancing. "Ronda akan diperketat, karena akan banyak orang," kata Topo.