TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Rancangan Peraturan Daerah terkait Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan ditargetkan selesai tahun ini
Harianjogja.com, SLEMAN- Rancangan Peraturan Daerah terkait Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan ditargetkan selesai tahun ini. Pemkab diminta menyiapkan perangkat pendukung jika perda tersebut diterapkan.
Ketua Komisi A DPRD Sleman Nuryanta mengatakan, saat ini Pansus terkait Raperda Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan sedang melakukan konsultasi dengan Pemda DIY terkait pembahasan raperda tersebut.
"Awalnya Raperda Penanganan Anak Jalanan, kemudian diubah menjadi Raperda Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (25/1/2018).
Perubahan tersebut salah satu masukan yang diberikan oleh Pemda DIY. Keberadaan Raperda tersebut, selain menangani masalah anak di jalanan juga bertujuan untuk mendukung status Sleman sebagai kota layak anak (KLA).
"Sebelum Raperda ini disahkan, alangkah baiknya jika Pemkab menyiapkan infrastrukturnya," usul politisi PPP ini.
Pansus sendiri, kata Nuryanta, juga menyelesaikan pembahasan Raperda tersebut tahun ini. Dia meminta agar Pemkab juga menyiapkan perangkat pendukung terkait raperda tersebut.
Misalnya, kesediaan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memberikan identitas pada anak. "Bagaimana kesiapan Disdukcapil memberikan identitas bagi anak-anak itu?" ujarnya.
Hal lainnya, masalah kesiapan Dinas Sosial menampung atau melakukan pembinaan anak-anak tersebut. Apakah juga bisa melibatkan panti-panti sosial yang ada di Sleman atau cukup ditampung di tempat rehabilitasi anak milik Dinas Sosial Provinsi. Pansus akan segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk implementasi perda tersebut.
"Termasuk juga dinas kesehatan, kesiapan mereka menangani kesehatan anak-anak yang hidup di jalan. Makanya perlu dibentuk tim perlindungan anak untuk menangani masalah ini," ujarnya.
Selama ini, Pemkab tidak bisa berbuat banyak menangani anak-anak di jalanan karena tidak ada payung hukum yang mengaturnya. Jika Raperda terkait disahkan, maka Pemkab bisa melahirkan kebijakan tertentu. "Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi anak yang hidup di jalanan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.