Hari Gizi Nasional, BMH Gelar Sehat Peduli Gizi

28 Januari 2018 19:20 WIB Budi Cahyana Sleman Share :

Tahun ini BMH menyasar tempat-tempat yang memang rawan gizi buruk

Harianjogja.com, SLEMAN-Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyikapi Hari Gizi Nasional dengan menggelar Program Sehat Peduli Gizi untuk mengatasi persoalan gizi buruk yang diderita banyak anak di Indonesia.

“Pertama ini sebagai wujud tanggung jawab moral sebagai sesama anak bangsa. Kedua ini sejalan dengan program pemerintah, Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi,” kata Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Dede HB melalui keterangan pers yang diterima Harianjogja.com, Jumat (26/1/2018).

Pada tahun ini BMH menyasar tempat-tempat yang memang rawan gizi buruk. “Kami telah mengirimkan tim ke Kupang, Nusa Tenggara Timur [NTT], untuk selanjutnya bergerak ke Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, termasuk persiapan ekspedisi ke Suku Asmat di Papua,” kata Dede.

Bupati Timor Tengah Selatan Paulus V.R Mealla sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BMH. “Ke depan kami harap bukan hanya bersifat konsumtif, tetapi berdampak pada pola hidup sehat kepada masyarakat. Kebiasaan masyarakat harus diubah, dari mulai cara pandang mereka tentang hidup sehat sampai pada penanganan,” ucap dia.

Peringatan Hari Gizi Nasional secara serentak dilaksanakan di 78 daerah di 28 provinsi, pada Kamis (25/1/2018). Di DIY, program ini dilaksanakan di kompleks Pesantren Assakinah, Dusun Balong, Desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman. “Di DIY kami membagikan 360 paket gizi sehat kepada anak-anak yatim duafa berupa susu, vitamin, makanan sehat, dan lainnya,” ujar Syai’in, Manajer Prodaya BMH wilayah DIY.

Program itu merupakan program jangka pendek. BMH telah menyiapkan program jangka menengah dan program jangka panjang. “Harapan kami, momentum Hari Gizi Nasional kali ini menjadi pemicu dan pemacu semua pihak untuk bisa bersama-sama menjawab persoalan gizi buruk yang masih melanda negeri ini, sehingga ke depan sumber daya manusia Indonesia bisa lebih sehat, cerdas, dan unggul,” ujar Syai’in.