56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Petani khawatir diameter lubang semakin membesar.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Tanah ambles kembali terlihat di wilayah Gunungkidul dan menimpa ladang milik warga Dusun Ngondel Kulon, Krambilsawit, Saptosari. Untuk berjaga-jaga, polisi pun sudah memasang garis pembatas sebagai pengaman.
Sebenarnya, tanah ambles di ladang ini sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2017 lalu. Namun karena intensitas hujan yang terus turun membuat diameternya semakin membesar. Hingga sekarang, panjang amblesan mencapai 20 meter dengan kedalaman lima meter.
Salah seorang petani di Desa Krambilsawit, Parwanto mengatakan lokasi tanah ambles merupakan ladang milik tiga warga, yakni Harjo Wiyono, Giyono dan Ngadiman. Menurut dia, lokasi amblesan terus meluas seiring hujan yang terus turun. “Kejadian pertama [tanah ambles] terlihat 11 Desember lalu dan luasannya belum seperti sekarang. Kalau saat ini panjangnya sudah mencapai 20 meter dengan dalam lima meter,” katanya kepada wartawan, Senin (29/1/2018).
Menurut dia, pascakejadian, para petani sudah melaporkan ke pemerintah desa. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjut untuk mengatasi tanah ambles tersebut. “Kondisi ini jelas membuat petani khawatir. Untungnya, polisi sudah memasang garis pengaman untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.
Kepala Desa Krambilsawit, Wagiya mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dengan tanah ambles di Ngondel Kulon. Dari penuturan warga, sebelum ambles, ada suara bergemuruh di sekitar lokasi. “Saat dicek, petani melihat ada tanah ambles yang menimpa ladang milik tiga warga,” katanya.
Menurut dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk penanganan lubang tersebut. “Lokasinya di tengah ladang dan untuk menguruk tidak mungkin karena anggaran yang kami miliki sangat terbatas. Untuk penanganan, kami rencananya akan berkoordinasi dengan BPBD Gunungkidul,” ungkapnya.
Bhabimkamtibmas Desa Krambilsawit, Aipda Suranto mengatakan, tanah ambles yang terjadi membuat warga khawatir. Oleh karenanya, untuk mencegah warga masuk ke lokasi, pihaknya sudah memasang garis polisi di lubang sepanjang sekitar 20 meter, lebar tujuh meter dan dengan kedalaman 5 meter. “Ini untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan seperti orang jatuh ked alam lubang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Sakit gigi berulang dan gigi berlubang dalam bisa menjadi tanda kerusakan. Kenali kapan Perawatan Saluran Akar atau PSA diperlukan.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
OJK mencabut izin usaha 15 BPR dan BPRS hingga September 2026. Simak daftar bank, lokasi, serta mekanisme penanganan nasabah.
Cek bansos September 2026 melalui kanal resmi Kemensos. Simak cara cek PKH, BPNT, dan mekanisme penerima BLT Kesra Rp900.000.