Selama Januari, 17 Kecamatan di Sleman Tak Luput dari Bencana

05 Februari 2018 06:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Bencana hidrometeorologi mendominasi

Harianjogja.com, SLEMAN-Selama Januari 2018, seluruh kecamatan dilanda bencana. Ratusan pohon tumbang akibat angin kencang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan, bencana hidrometeorologi, hujan lebat disertai petir dan angin kencang mendominasi bencana selama Januari. Bencana tersebut tersebar merata di 17 kecamatan.

"Selama sebulan terakhir, sedikitnya terdapat 85 titik kejadian bencana sebagai dampak yang kami data," katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (3/2/2018).

Dari jumlah tersebut, BPBD Sleman mencatat sedikitnya 107 pohon tumbang. Angin kencang dan pohon tumbang tersebut merusak sedikitnya 28 rumah warga. "Yang rusak ringan ada 26 unit, rusak sedang dan berat masing-masing satu unit," katanya.

Bencana angin dan pohon tumbang juga mengakibatkan sedikitnya 16 titik jaringan listrik dan dua jaringan telepon putus. Adapun kerusakan fasilitas umum tercatat di tiga lokasi. Untuk dampak petir terjadi di dua lolasi yang menyebabkan peralatan elektronik rumah rusak. "Dari jumlah kasus ini, satu orang luka berat," paparnya.

Tidak hanya pohon tumbang, beberapa titik longsor juga terjadi. Lembaganya mencatat setidaknya ada 11 titik kejadian longsor yang tersebar di delapan kecamatan di antaranya di wilayah Prambanan, Seyegan, Depok dan Cangkringan. "Untuk bencana banjir terjadi di Kecamatan Mlati dan Pakem. Ada dua titik kejadian, dampaknya satu sapi mati dan merusak kolam ikan dan sawah," jelasnya.

Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, setidaknya ada tujuh ancaman bencana di Sleman yakni erupsi Gunung Merapi, banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, hingga gempa bumi. "Kami terus membangun sinergi dengan berbagai elemen agar bisa mewujudkan masyarakat yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Joko.