Kebun Buah Naga di Bantul Tawarkan Sensasi Petik Buah Sendiri

08 Februari 2018 15:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Petani di Pantai Pandansari beralih pada penggarapan agrowisata

 

Harianjogja.com, BANTUL—Lesunya pasar lokal penjualan buah naga di wilayah Kabupaten Bantul, membuat para petani di Pantai Pandansari beralih pada penggarapan agrowisata.

Pasalnya agrowisata buah naga ini dianggap mampu memberi keuntungan saat buah naga lokal kalah dengan pasokan dari luar wilayah DIY.

Pengelola kebun buah naga Teguh Farm, Bangkit Sunandar mengaku agrowisata ini sangat membantunya mendapat keuntungan dari kebun buah naga seluas 2,1 hektare tersebut.

Sebab menurutnya setiap hari libur, setidaknya ada 400 hingga 500 pengunjung yang datang untuk memetik buah naganya. Antusias wisatawan ini memberi harapan baru bagi Bangkit dan petani buah naga lain di pesisir selatan Bantul.

Ia menyebut pada hari libur atau akhir pekan, ia bisa menjual hingga empat kuintal buah naga kepada wisatawan. Meski begitu dia tidak lantas mencari untung besar, setiap kilogram buah naga dijualnya sama dengan harga pasar yakni Rp10.000 hingga Rp15.000.

"Pengunjung tinggal memetik sendiri dan menimbangnya. Bisa langsung dinikmati,” ucapnya, Rabu (7/2/2018).

Ditemui di kebun buah naga, salah seorang pengunjung, Nurhadi mengaku baru pertama kali datang. Ia sengaja mengajak istri dan putrinya memetik buah naga sebagai salah satu pilihan wisata edukatif.

Meski ia sering meluangkan waktu bersama keluarga untuk berwisata, namun menurutnya aktivitas memetik buah naga menjadi alternatif yang harus dicoba. Setelah satu keranjang penuh berhasil dipetiknya, warga Pleret ini kemudian menimbang dan membayarnya.

Mereka pun menuju ke tempat duduk tidak jauh dari pantai untuk menikmati hasil panen buah naga. "Bisa pilih sendiri, panen sendiri. Buat anak itu aktivitas yang menarik,” tuturnya.