Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Baksos tersebut digelar sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat
Harianjogja.com, SLEMAN-Puluhan mahasiswa dan dosen Stikes Jenderal Achmad Yani menggelar bakti sosial (baksos) di wilayah Tempel, Sleman.
Seksi Acara Kegiatan Fatimah Dewi Anggraeni mengatakan, baksos tersebut digelar sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Selain melakukan optimalisasi administrasi dan penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk kader kesehatan, pihaknya juga menggelar pijat bayi, stimulasi deteksi dini untuk tumbung kembang bayi dan balita.
"Kami juga menggelar kelas yoga bagi ibu-ibu hamil," katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (11/2/2018).
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Margorejo, Tempel itu melibatkan dosen dan mahasiswi jurusan kebidanan semester enam. Mereka menyasar 54 ibu hamil, 99 bayi dan 471 balita.
"Kami juga memberikan pelatihan bagi 80 kader Posyandu. Tujuannya untuk mengoptimalkan administrasi dan pelayanan posyandu di Margorejo serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
KPK menjadwalkan pemeriksaan kedua Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB dan penerimaan lainnya.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan eco enzyme bersama komunitas Eco Enzyme Nusantara untuk mengolah kulit buah menjadi cairan fermentasi.
Disdukcapil Bantul menggencarkan layanan jemput bola perekaman KTP-el bagi penyandang disabilitas. Cakupan perekaman diperkirakan mencapai 75%–80%.
BKSDA Kalteng bersama OFI dan Animal Rescue Sampit menyelamatkan orangutan betina berusia sekitar 20 tahun dari lahan bekas karhutla di Kotim.