Pegawai Kecamatan Harus Paham Soal Keprotokolan

16 Februari 2018 23:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Diharapkan muncul banyak SDM baru dalam bidang keprotokolan dan MC

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pegawai di tingkat kecamatan dan desa. Salah satu kemampuan yang saat ini perlu terus ditingkatkan yakni terkait dengan keprotokolan.

Oleh karena itu, pemkab melalui Bagian Humas dan Protokol (Humpro) Sekretariat Daerah (Setda) Bantul menggelar kegiatan bertajuk Sosialisasi Peningkatan Kemampuan Keprotokolan di Rumah Makan Parangtritis, Rabu-Kamis (14-15/2/2018). Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari kalangan birokrat hingga akademisi dengan peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari kalangan pegawai 17 kecamatan dan sejumlah pemerintah desa se-Bantul.

"Materinya pun beragam, tidak hanya terkait dengan keprotokolan, tetapi juga tentang bagaimana menjadi MC [master of ceremony] yang baik," ucap Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Setda Bantul Annihayah kepada wartawan, Jumat (16/2/2018).

Dia mengatakan, kegiatan itu digelar bertujuan menyosialisasikan kegiatan keprotokolan kepada para pegawai di tingkat kecamatan dan desa. Dengan begitu, ia berharap bisa muncul banyak SDM baru di lingkungan kecamatan/desa dalam bidang keprotokolan dan MC. "Baik itu untuk acara formal maupun nonformal," kata Anni.

Dalam sosialisasi tersebut peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan praktik MC serta berdiskusi dengan para narasumber. Salah satu narasumber, Profesor Suwarna dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengatakan, salah satu tugas penting keprotokolan adalah pranatacara. "Untuk menjadi pranatacara yang baik, tidak hanya dibutuhkan keluwesan dalam berkomunikasi, melainkan juga wawasan yang luas," ujar dia.

Itulah sebabnya, mutlak diperlukan peningkatan kualitas, baik dalam berkomunikasi, pengetahuan, maupun wawasan. Pria yang juga sebagai salah satu Guru Besar UNY tersebut lebih banyak memberikan materi tentang pranatacara, khususnya dengan bahasa Jawa sebagai pengantarnya. "Kemampuan berbahasa Jawa yang baik dan benar mutlak diperlukan oleh seorang pranatacara," ucap dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Riyantono menjelaskan pentingnya sosialisasi itu dilakukan. Dia mengatakan, aturan terkait dengan tata cara penghormatan, tata tempat, serta tata upacara sesuai UU No.9/2010 tentang Keprotokolan. "Semua pegawai harus paham soal aturan itu," kata dia.