Dilepasliar di Hutan Bunder, Elang Brontok Dipasangi Satellite Tracking

20 Februari 2018 19:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) kembali melepasliar seekor elang brontok

 

Harianjogja.com, KULONPROGO-Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) kembali melepasliar seekor elang brontok (Nisaetus cirrhatus) di kawasan Hutan Rakyat (Tahura) Bunder, Playen, Gunungkidul, 25 Februari 2018 mendatang.

Berbeda dengan sebelumnya, pada pelepasliaran kali ini, tubuh satwa yang dilepasliar dipasangi satellite tracking.

Perwakilan Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), Muhammad Tauhid menjelaskan, pemasangan satellite tracking tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai spesies Elang Brontok. Alat bekerja dengan cara mengirimkan data melalui satelit ke server.

Data yang dapat diperoleh antara lain ketinggian jelajah, wilayah jelajah, kecepatan terbang, dan suhu lingkungan. Alat ini menggunakan tenaga surya sehingga dapat bertahan dua hingga tiga tahun selama mendapatkan sinar matahari yg cukup.

"Alat ini mengirimkan titik koordinat selama beberapa hari dan beberapa bulan, membentuk sebuah pola dari wilayah tertentu, termasuk ketinggian terbang burung yang bervariasi sesuai kontur habitat. Nanti bisa dianalisis dengan rumus tertentu, apakah dia di wilayah itu untuk membangun habitat atau hanya sekadar lewat," tuturnya, di sela temu media, di Wildlife Rescue Centre, Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Selasa (20/2/2018).

Lewat alat yang merupakan kerjasama FKH UGM dan Max Planck Institute for Ornithology Jerman (sebuah lembaga penelitian Jerman yang fokus melakukan penelitian burung yang ada di seluruh dunia), maka posisi burung yang dilepasliar, gambaran wilayah jelajah hingga poin lain di lapangan akan langsung terpantau.

Sehingga, data yang didapatkan bisa menjadi model percontohan untuk daerah lainnya khususnya di Jawa, dengan alat ini tim tidak perlu survei turun ke lapangan lagi untuk mencari lokasi pelepasliaran yang cocok.

"Pemasangan alat ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya juga dipasang pada Elang Jawa yang dilepasliarkan di Gunung Picis, Ponorogo, Jawa Timur," sebutnya.