Mina Padi Dianggap Lebih Efisien, Sleman Targetkan Perluasan 20 Hektare

22 Februari 2018 20:20 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menargetkan perluasan lahan mina padi

Harianjogja.com, SLEMAN—Demi meningkatkan produktifitas perikanan air tawar sekaligus pertanian, Dinas Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menargetkan perluasan lahan mina padi.

Mina Padi merupakan penggabungan antara pertanian dan perikanan yakni dengan memanfaatkan sawah untuk menanam padi sekaligus memelihara ikan. Menurut Sekretaris DP3 Sleman, Suwandi Aziz pada 2017 luas mina padi di Sleman mencapai 108 hektare.

“Tahun 2018 ini, ditargetkan luas tersebut akan bertambah 20 hektare, atau menjadi 128 hektare,” katanya, Rabu (22/2/2018).

Dia menjelaskan, dibanding metode bioflok, mina padi lebih dipilih karena mudah untuk dikelola petani. Selain itu lebih efisien terkait keuntungan bagi petani.

"Kami lebih mengarah minapadi. Bioflok teknologi tinggi, jadi tidak setiap petani ikan mampu mengelola itu. Meskipun program itu (bioflok) ada tidak begitu kita gencarkan, risiko juga tidak kecil baik dari alat maupun juga pegawasannya. Karena tidak boleh sedikitpun ikan kekurangan oksigen," jelas Aziz.

Selain itu mina padi juga melibatkan beberapa pihak mulai dari kelompok tani, kelompok ikan, dan tokoh masyarakat. Dan untuk sementara ini fokus kawasan perluasan mina padi adalah di kawasn pertanian yang memiliki sumber air yang memadai.

Lanjutnya lagi, sejauh ini 17 kecamatan di Sleman sudah merata mengembangkan minapadi, meski tidak semua kecamatan antusias.

"Dari antusiasme masyarakat tidak semua kecamatan seperti Minggir tidak semua petani di lahan sawah antusias. Untuk yang antusias Moyudan, Godean, Seyegan, Pakem, Berbah, Kalasan, dan Ngemplak kita dukung supaya lebih bersemangat lagi," kata dia.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan metode budidaya ikan air tawar dengan mina padi dinilanya mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain dapat menghasilkan ikan dengan kualitas bagus. Padi yang ditanam juga hasilnya tidak kalah dibandingkan dengan sawah pada umumnya.

"Meningkatkan produksi sudah terbukti bagus itu mina padi menguntungkan petaninya dan sekaligus produksi ikan menjadi meningkat. Dari dinas laporan hasil bisa tiga kali lipat. Makanya ke depan kami dorong dan kembangkan," ujarnya.

Berdasarkan data pada 2017, total produksi ikan air tawar konsumsi di Sleman sebanyak 49.000 ton. Dan sebagian merupakan hasil produksi dari metode mina padi.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Sleman Selasa (21/2/2018) kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti juga mengapresiasi adanya metode mina padi yang di Sleman. Dia juga menargetkan di seluruh Indonesia luasan mina padi dapat terus diperluas.

“Saya ingin menambah setiap tahun minimal ya 200 hektare. Itu minimal, kalau bisa 1000 hektare ya bagus. Tapi kadang-kadang kami cari sawahnya susah. Banyak orang punya sawah tapi tidak mau [implementasikan mina padi],” kata dia.