PEKAN BUDAYA TIONGHOA : Jalan Malioboro Ditutup Saat Karnaval

23 Februari 2018 19:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Masyarakat yang akan ke Malioboro disarankan datang sebelum pukul 17.00 WIB.

Harianjogja.com, JOGJA--Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-13 akan dibuka dengan karnaval di sepanjang Jalan Malioboro sampai Alun-alun Utara (Altar), Sabtu (24/2/2018) sore. Untuk memperlancar acara tersebut, Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja akan menutup sementara Jalan Malioboro.

Karnaval PBTY rencananya akan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, "Penutupan Jalan Malioboro dimulai saat akan mulai karnaval. Kendaraan dari arah Jalan Mataram akan dialihkan ke Jalan Abu Bakar Ali. Kendaraan dari Jalan Pasar Kembang akan dialihkan ke Simpang Jlagran," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja, Kompol Dwi Prasetyo Nugroho, melalui sambungan telepon, Jumat (23/2/2018).

Dwi Prasetyo mengatakan penutupan dilakukan hanya sementara, karena peserta karnaval PBTY hanya melintas di Jalan Malioboro dan pembukaannya digelar di Altar. Karena itu masyarakat yang akan ke Malioboro diharapkan datang sebelum pukul 17.00 WIB atau setelah peserta karnaval lewat sekitar pukul 19.00 WIB.

Pihaknya sudah mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya acara. Pengamanan dilakukan tidak hanya fokus ke acara pembukaan PBTY, namun juga masyarakat umum, "Kebetulan malam minggu juga Jalan Malioboro sampai Alun-alun dipastikan ramai sehingga kami ingin menjaga agar masyarakat yang merayakan liburan di Jogja tetap aman," ujar Dwi Prasetyo.

Sementara itu panitia penyelenggara PBTY ke-13, Roy Setyanto membenarkan peserta karnaval PBTY di Jalan Malioboro hanya melintas, karena pertunjukannya akan difokuskan di panggung utama di Altar. Total ada 20 kelompok peserta karnaval. "Performnya di Alun-alun," kata dia.

Pembukaan PBTY rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah itu baru pertunjukan setiap kelompok peserta dengan durasi emat menit sampai 10 menit, di antaranya pasukan bergodo Haka, Liong Hoo Hap Hwee, Drumband Gita Dirgantara.

Kemudian maskot Shio Anjing PBTY XIII bersama rombongan koko cici Jogja, wushu, tarian kolosal 100 penari (Tari Thwong), perempuan berkebaya, tarian nusantara, perform juara 1-3 festival dragon 2018, tari topeng ireng, tari edan-edanan dan gendowo alit, Light Imlek Fashion Carnaval.

"Ada juga naga batik raksasa yang dimainkan oleh TNI AU Lanud Adisucipto dan Denhanud 474 Paskhas TNI AU," kata Roy.

Diketahui PBTY merupakan rangkaian acara memperingati Hari Raya Imlek. Meski bagian dari peringatan Imlek, namun PBTY baru digelar di Jogja sejak 2005 lalu. Jauh sebelumnya masyarakat Tionghoa di Jogja hanya merayakan Imlek di rumah masing-masing karena ada larangan pemerintah pada masa Orde Baru.

PBTY mulai digagas pada 2005 dan mulai diselenggarakan setahun kemudian. Penggagasnya bukanlah dari keturunan Tionghoa, melainkan seorang dosen UGM Murdijati Gardjito, yang juga bagian dari kerabat Kraton.