PPDB 2018 : Zonasi Sekolah di Jogja Gunakan Jarak Udara

27 Februari 2018 14:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pemerintah Kota Jogja akhirnya menggunakan jarak udara dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018

 

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja akhirnya menggunakan jarak udara dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 dengan sistem zonasi. Keputusan tersebut segera di atur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) dalam beberapa hari ke depan.

Jarak udara dengan satelit dipilih karena dinilai ada kepastian dan lebih obyektif. Berbeda dengan jarak darat yang bisa ditafsirkan berbeda-beda. "Kami sudah petakan mulai dari SMP 1 sampai SMP 16 dengan jarak 616 RW di Kota Jogja melalui satelit," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana, saat ditemui di Taman Pintar, Senin (26/2/2018).

Edy mengatakan jarak udara akan mengambil titik tengah RW sebagai sentra pertimbangan jarak alamat di kartu keluarga calon siswa. Saat PPDB nanti sekolah tinggal melihat tabel yang sudah terpetakan jarak rumah dengan sekolah SMP yang dipilih.

Jika dalam satu RW itu terdapat empat siswa yang memilih SMP yang sama, kata Edy, maka selain persaingan jarak, nilai nilai ujian akhir sekolah daerah (UASDA) yang menjadi pertimbangan.

Pihaknya juga sudah memetakan potensi lulusan SD tahun ini ada sekitar 7.000an siswa. Sementara daya tampung SMP Negeri hanya sekitar 3.500an orang. Hasil pemetaan tersebut juga menunjukan bahwa lulusan SD terbanyak ada di wilayah Ngampilan.

Sementara Ngampilan tidak memiliki SMP negeri. Selain Ngampilan, Kecamatan Mergangsan dan Pakualaman juga tidak memiliki SMP negeri. Maka dipastikan lulusan SD dari ketiga kecamatan tersebut akan memilih sekolah SMP negeri di Jogja bagian utara karena jaraknya lebih dekat. "Persaingannya di utara akan semakin ketat," ujar Edy.

Untuk wilayah Jogja bagian timur dan tenggara yang tidak memiliki SMP negeri bisa mengakses SMP yang paling dekat, misalnya di SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 15 di Jalan Tentara Pelajar. Dinas Pendidikan akan mengupayakan mulai tahun depan di wilayah Jogja bagian timur ada satu SMP negeri.