Seorang Perempuan Ditemukan Lemas di Pantai Parangtritis, Gerak-geriknya sempat Mencurigakan

01 Maret 2018 09:56 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Ningsih Setyaningrum, 33, warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten Jawa Tengah ditemukan lemas di pinggir Pantai Parangtritis

 
Harianjogja.com, BANTUL--Ningsih Setyaningrum, 33, warga Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten Jawa Tengah ditemukan lemas di pinggir Pantai Parangtritis pada Kamis (28/2/2018) malam.

Ibu rumah tangga tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yakni Ponto yang hendak menebar jaring.

Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto menuturkan sebenarnya gerak-gerik Ningsih telah diamati oleh anggota SAR sejak sore. Pasalnya sekitar pukul 17.00 WIB, Ningsih masih berada di pinggir pantai sekitar palung. Tepatnya di sebelah barat posko SAR.

Karena gerak-gerik Ningsih cukup mencurigakan, beberapa kali mencoba mendekat ke palung, anggota SAR yang tengah berjaga pun sempat memperingatkannya.

Setelah diperingatkan, Ningsih menjauh dari tepian pantai. Anggota SAR yang berjaga pun kembali ke posko karena menganggap kondisi sudah cukup aman. "Dia sendirian sampai sore," katanya saat dihubungi, Jumat (1/3/2018).

Namun Ali mengatakan sekitar pukul 20.00 WIB, tiba-tiba posko SAR didatangi oleh salah seorang nelayan bernama Ponto. Ia melapor menemukan perempuan tergeletak di pinggir pantai yang ia tengarai sudah meninggal dunia.

Ali menjelaskan kala itu, Ponto mengendarai sepeda motor di pinggir pantai, hendak menebar jaring. Tiba-tiba di tengah jalan motornya hampir menabrak sesosok perempuan.

Saat didekati, perempuan tersebut tidak bersuara sama sekali. Seluruh badannya dari ujung kaki hingga kepala sudah basah kuyup dan penuh dengan pasir yang menempel. Ponto pun bergegas melapor ke posko SAR.

"Tepatnya ditemukan di wilayah Pantai Mbolong. Dari posko SAR sekitar 100 meter arah barat," imbuhnya. Mendapat laporan tersebut, anggota SAR Linmas Parangtritis dan SAR Ditpolair Polda DIY segera mendatangi TKP.