Libur Sekolah, Stok Pertalite Jateng DIY Ditambah
Pertamina tambah stok Pertalite 10-18% di Jateng DIY jelang libur sekolah untuk antisipasi lonjakan konsumsi BBM.
Puskesmas Ngaglik 1 porak-poranda diterjang angin kencang, Kamis (1/3/2018).
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Nurulhayah mengunjungi Puskesmas Ngaglik 1, Jumat (2/3/2018) yang porak-poranda diterjang angin kencang, Kamis (1/3/2018).
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=899256">Diterjang Angin Kencang, Puskesmas Ngaglik 1 Porak-poranda
Ia mengatakan, layanan langsung ke masyarakat tidak terganggu dengan adanya peristiwa tersebut. Sebabnya, plafon yang runtuh berada di ruang yang selama ini dijadikan aula dan sebagian digunakan untuk bagian administrasi.
Meski begitu beberapa fasilitas seperti satu komputer rusak. Beruntung jaringan internet dan arsip penting milik Puskesmas masih bisa diselamatkan. "Siang ini kami rapatkan untuk rencana perbaikannya. Kami berkoordinasi dengan BPBD Sleman," ujarnya.
Perbaikan ruangan tersebut, katanya perlu segera dilakukan agar tidak menghambat pelayanan kepada pasien. Hanya saja untuk pendanaannya, Dinkes berharap dapat menggunakan dana kebencanaan yang memang dianggarkan.
"Kalau nunggu anggaran Dinkes kan harus dianggarkan dulu, padahal ini butuh segera ditangani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina tambah stok Pertalite 10-18% di Jateng DIY jelang libur sekolah untuk antisipasi lonjakan konsumsi BBM.
Gibran Rakabuming membagikan tiga sepeda dan dua alat musik kepada peserta Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengikuti Gowes FBE UII 2026 sejauh 23 km sambil bernostalgia di almamaternya
Pemadaman listrik di Indonesia disorot UGM, diduga akibat pasokan batu bara dan lemahnya implementasi DMO PLN.
Seskab Teddy Indra Wijaya dan BNN bahas pencegahan narkoba, termasuk ancaman vape dan penguatan edukasi generasi muda.
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.