Akses ke Kawasan Industri Piyungan Dinilai Buruk

05 Maret 2018 08:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Kondisi jalan sudah cukup lama rusak

Harianjogja.com, BANTUL-Akses jalan ke Kawasan Industri Piyungan (KIP) dinilai buruk. Banyak ruas jalan yang berlubang seperti di Dusun Ngijo, Jombor, Jasem, Jolosutro, Prayan dan sekitarnya. Padahal KIP digadang-gadang dapat mendatangkan investasi bernilai besar ke Kabupaten Bantul sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah seorang warga Dusun Jolosutro, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan Wargito menuturkan, akses jalan yang melintasi KIP tersebut sudah cukup lama rusak. Bahkan tidak jarang terjadi kecelakaan karena lubang-lubangnya cukup dalam. Ia berharap Pemkab Bantul bisa segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.

"Ini jalan yang mestinya dibangun dan dipelihara dengan uang pajak, sudah cukup lama rusak dan belum ada perbaikan. Malah warga berinisiatif menambal sendiri agar tidak membahayakan pengguna jalan," katanya, Minggu (4/3/2018).

Padahal Wargito menyebut beberapa ruas jalan yang rusak tersebut juga akses antar Kecamatan Piyungan, Dlingo, dan Pleret.

Sementara itu, Anggota DPRD Bantul daerah pemilihan Piyungan dan Banguntapan Setiya menyayangkan rusaknya ruas jalan di wilayah KIP. Pasalnya KIP diharapkan dapat menarik investor masuk. Dengan kondisi ruas jalan yang sekarang, ia khawatir investor yang datang untuk meninjau lahan menilai Pemkab Bantul dan Pemda DIY kurang serius menyiapkan infrastruktur KIP.

"Kalau infrastrukturnya bermasalah seperti itu, jangan-jangan pengusahanya balik kanan, tidak jadi berivestasi di Bantul," ucapnya.

Oleh sebab itu, Setiya meminta Pemkab Bantul melalui dinas terkait segera memperbaiki akses jalan tersebut. Menurutnya ruas jalan itu tidak hanya penting bagi warga, tetapi juga untuk iklim investasi yang sehat bagi pelaku usaha. Belum lagi jika ada investor masuk, menurutnya hal itu bisa membawa dampak positif bagi masyarakat sekitarnya, minimal menyerap tenaga kerja.