Warga Kliripan Kerja Bakti Buka Terowongan Eks Tambang Mangan

06 Maret 2018 17:20 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Warga Dusun Kliripan Desa Hargorejo, Kokap melakukan kerja bakti untuk membuka mulut tambang mangan

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Segenap warga Dusun Kliripan Desa Hargorejo, Kokap melakukan kerja bakti untuk membuka mulut tambang mangan di kawasan tersebut.

Hal itu dilakukan agar benda-benda di dalam tambang yang memiliki nilai sejarah bisa diteliti lebih lanjut oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menentukan Tambang Kliripan sebagai kawasan cagar budaya.

Salah seorang warga, Sri Widodo mengungkapkan bahwa pengerjaan pembukaan pintu Tambang yang tertutup longsoran tanah telah dilakukan warga dalam beberapa minggu belakangan.

Menurut Sri pengerjaan itu bakal membutuhkan waktu berbulan-bulan mengingat waktu material yang menimbun terowongan cukup besar dan hanya digarap menggunakan alat seadanya.

Sri juga mengungkapkan bahwa dari empat terowongan yang ada, warga memilih untuk Terowongan Sunoto terlebih dahulu. Hal itu dilakukan mengingat Terowongan Sunoto berada di kawasan perkebunan yang nantinya bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat dan melakukan aktivitas lainnya.

"Jadi saat ini terowongan dan Tambang Mangan masih ditutup untuk umum. Dan dengan dibukanya Terowongan Sunoto, kami berharap bisa diteliti BPCB DIY dan bisa dikunjungi oleh warga umum," katanya.

Sri Widodo yang juga  Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Hargorejo mengungkapkan kegiatan pembukaan terowongan Tambang Mangan sudah sesuai arahan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kulonprogo yang menyatakan harus berhati-hati dalam prosesnya.

Terlebih masyarakat juga kewalahan untuk membuka mulut tambang yang mempunyai ketebalan mencapai tiga meter kubik untuk terowongan setinggi empat meter itu.

"Jadi kami sudah hati-hati, takutnya ada barang yang bisa diteliti dan menguatkan penetapan [kawasan] cagar budaya," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo mengungkapkan bahwa hal tersebut telah disetujui oleh Dinas Kulonprogo dan BPCB DIY. Pembukaan mulut tambang dilakukan untuk mencari peninggalan lainnya agar mempermudah BPCB DIY untuk meneliti kawasan tambang itu.

"Memang ada permintaan untuk membuka terowongan, dan segalanya harus dilakukan secara berhati-hati, karena benda dimungkinkan ada benda bisa diteliti lebih lanjut oleh BPAD DIY," jelasnya.