Tiga Talut Gajah Wong Longsor

08 Maret 2018 19:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut

Harianjogja.com, JOGJA-Hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan tiga titik talut Sungai Gajah Wong longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, untuk perbaikan talut diperkirakan membutuhkan waktu lama karena harus menunggu koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).

Ketiga titik talut longsor ada di wilayah Baciro, Gondokusuman dan Gambiran, Pandeyan; serta Sidobali, Muja-muju, Umbulharjo. Longsor di Gambiran Pandeyan tepatnya di RT 30 RW 08. Talut yang terbuat dari batu bronjong itu longsor sepanjang sekitar 50 meter dan tinggi empat meter.

Tidak hanya talut, tetapi longsor tersebut juga merusak jalan inspeksi yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu. “Jalan inspeksi untuk sementara ditutup,” kata Ketua RT 30 RW 08 Gambiran, Wantoro, Kamis (8/3/2018).

Wantoro mengatakan, talut longsor itu terjadi pada Rabu (7/3/2018) malam, sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelum longsor, Sungai Gajah Wong meluap hingga masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter setelah dilanda hujan sejak siang hari.

Menurut dia, wilayahnya memang menjadi langganan banjir setiap hujan lebat lebih dari satu jam akibat luapan Sungai Gajah Wong. Warganya pun sudah mengantisipasinya dengan membuat tanggul di setiap pintu rumah warga. Pihaknya sudah melaporkan kejadian talut longsor ke Pemerintah Kota Jogja. “Yang tidak ada tanggulnya air masuk ke dalam rumah,” kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat selain di Gambiran, talut longsor juga terjadi di RT 54 RW 08 Sidobali, Muja Muju. Longsor terjadi di area sepanjang 20 meter. Kemudian, di RT 85 RW 20 Baciro, talut Sungai Gajah Wong longsor sepanjang 20 meter. Akibatnya jalan setapak tepi sungai rusak.