Didemo Warga, Kadus Depok Mengaku Sering Ditolak Warga

08 Maret 2018 18:55 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Kadus Depok, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping mengaku selama ini sudah berusaha maksimal untuk merangkul warga

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dusun (Kadus) Depok, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Muhammad Haris Zulkarnain menanggapi demo yang dilakukan warganya di Kantor Kecamatan Gamping, Kamis (8/3/2018).

Haris menyerahkan permasalahan ini kepada Camat dan Kades. “Saya menunggu instruksi dari kades,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengaku selama ini sudah berusaha maksimal untuk merangkul warga. Namun memang dirinya kerap mendapatkan penolakan dari warga sehinga sulit untuk bekerja secara optimal.

“Kemarin saya sudah mendatangi warga memberikan undangan musyawarah dusun untuk pembangunan dusun, meskipun ada penolakan saya tetap berusaha,” kata Haris.

Camat Gamping, Abu Bakar menjelaskan sesuai Perarturan Daerah Nomor 16/2016 dan Peraturan Gubernur nomor 17/2016, Kadus dijaring melalui tes, setelah sebelumnya ditentukan dalam musyawarah dusun terlebih dahulu. Dan dalam peraturan tersebut juga disebutkan terkait dengan mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Kadus.

Dalam peraturan disebutkan bahwa Kadus dapat diberhentikan jika melakukan kesalahan yang melanggar hukum, meninggal dunia, atau berhenti atas kehendak sendiri. Namun karena adanya tuntutan dari warga, maka harus dicari solusi yang sesuai dengan aturan.

"Saya tidak bisa [memberhentikan kadus] karena tidak ada alasan yang kuat. Ada kesempatan dalam satu pekan ini agar kadus melakukan pendekatan khusus [ke warga], atau mungkin [kadus] bisa menanggapi permohonan permintaan mayarakat yaitu legowo mundur," kata dia.