Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Untuk mengurangi potensi konflik ini maka ada kesepakatan bersama untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Konflik antarnelayan di wilayah perairan pantai selatan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan trilateral antara Pemkab Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (8/3/2018). Untuk mengurangi potensi konflik ini maka ada kesepakatan bersama untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan.
Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tiga pemkab di wilayah Gunungsewu. Selain membahas untuk peningkatan hasil di bidang perikanan dan kelautan, masalah konflik antarnelayan juga menjadi hal yang perlu dijadikan perhatian bersama.
Selama ini, lanjut dia, nelayan di ketiga wilayah belum ada koordinasi yang baik sehingga rawan menimbulkan potensi konflik. “Ya masih banyak nelayan dari luar daerah tanpa izin. Padahal izinnya cuma ke pemerintah desa setempat, tapi kenyataannya aturan ini belum ditaati oleh nelayan,” kata Khairudin kepada wartawan, Kamis.
Menurut dia, potensi yang muncul tidak hanya pada batas wilayah penangkapan. Ini lantaran juga muncul persaingan dalam hal penangkapan sehingga terjadi unsur sabotase antarnelayan. Pemkab Gunungkidul mencatat ada beberapa kejadian yang menunjukan konflik. Sebagai contoh di 2007 lalu ada kasus pembakaran kapal oleh nelayan.
Adapun kasus sengketa terakhir terjadi di 2017 lalu, di mana rumpon milik nelayan disabotase oleh nelayan lain, dengan cara memotong tali pengingat sehingga alat penangkap ikan hanyut. “Memang tidak terekspos. Namun, kami akan terus berusaha agar konflik antar nelayan bisa dihilangkan,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Lebih jauh diungkapkan Khairudin, kesepakatan bersama yang dicapai tiga kabupaten tidak hanya sebatas menekan potensi konflik, tetapi juga berupaya untuk meningkatkan produktivtas hasil kelautan. “Akan ada program pelatihan bersama. Selain itu juga akan program magang. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul akan berlatih cara menangkap ikan seperti yang dilakukan oleh nelayan di Pacitan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint
Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI
Jadwal Liga Inggris 2026/2027 pekan kelima menghadirkan Brentford vs Chelsea, Brighton vs Arsenal, Man City vs Sunderland, dan Fulham vs Man United.