Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Ilustrasi rambu putar balik./freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Direktorat Lalu Lintas Polda DIY akan menutup sebagian besar U-turn di sepanjang Jalan Solo sebagai langkah rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan mulai dari Simpang UIN hingga Jembatan Janti dan akan diperluas hingga kawasan Candi Prambanan. Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara Ditlantas Polda DIY dan Ditlantas Polda Jawa Tengah agar pengaturan lalu lintas di Jalan Solo dilakukan secara seragam.
Sekitar 60 persen U-turn di ruas Jembatan Janti hingga Candi Prambanan berpotensi ditutup. Dari sekitar 17 titik putar balik yang ada, hanya enam hingga delapan U-turn yang akan tetap dibuka secara situasional.
Penutupan U-turn di Jalan Solo wilayah DIY telah dilakukan secara bertahap. Saat ini, penutupan sudah berlaku dari Simpang UIN hingga Jembatan Janti dan akan segera diperluas ke arah timur hingga kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi konflik arus lalu lintas yang kerap terjadi akibat kendaraan yang berputar balik di jalur padat. Dengan mengurangi jumlah U-turn, arus utama di Jalan Solo diharapkan tetap lancar selama puncak arus libur Nataru.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol. Yuswanto Ardi menjelaskan untuk pengaturan lalu lintas di Jalan Solo, pihaknya telah berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah. Hasilnya, kata Ardi disepakati satu cara bertindak yang sama di sepanjang Jalan Solo dan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap pengguna jalan.
Di Jalan Solo wilayah DIY, Ardi mengatakan bila kepolisian akan menutup sejumlah U-turn. Saat ini penutupan U-turn telah diberlakukan mulai dari Simpang UIN sampai dengan Jembatan Janti. Akan tetapi dalam waktu dekat, penutupan U-turn juga akan diberlakukan dari mulai Jembatan Janti hingga kawasan Candi Prambanan.
Hanya saja perihal U-turn mana saja yang bakal ditutup di Jalan Solo ruas Jembatan Janti hingga Candi Prambanan, Ardi belum membeberkan secara rinci. Namun, dia mengatakan 60% dari total U-turn yang ada dari Jembatan Janti hingga kawasan Candi Prambanan berpotensi bakal ditutup dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan beberapa penutupan mulai dari Janti sampai dengan Taman Wisata Candi Prambanan. Itu ada lebih kurang sekitar 17 yang tersedia saat ini, akan kami kurangi sampai dengan kurang lebih 60% atau hanya kami buka kurang lebih 6 sampai 8, nanti situasional," kata Ardi pada Jumat (19/12/2025) sore.
Ardi tak menampik apabila penutupan U-turn ini barangkali akan sedikit mengganggu perjalanan masyarakat. Akan tetapi dia berujar jika penutupan U-turn ini punya tujuan baik yakni meminimalisir terjadinya konflik arus lalu lintas.
"Kami akan melakukan beberapa penutupan u-turn yang ini mungkin akan sedikit mengganggu masyarakat, tetapi tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya konflik arus, sehingga kami memprioritaskan agar arus utama yang ada di Jalan Solo bisa lancar," tuturnya.
Ardi akan menyampaikan lebih lanjut perkembangan penutupan U-turn ini. Di lain sisi, kepolisian lanjut Ardi telah menyiapkan tim urai untuk mengurai kemacetan di periode Nataru kali ini.
"Kami akan sampaikan perkembangannya dan yang pasti kami juga sudah menyiapkan tim urai, selain yang ada di pos stasioner, di pos pengamanan juga ada di tim urai yang mobile menggunakan kendaraan roda dua," ujarnya.
"Termasuk kami juga mempersiapkan beberapa kantong parkir yang ada pada titik-titik krusial di sepanjang Jalan Solo agar tidak mengganggu perjalanan," ujarnya.
Masyarakat diharapkan Ardi dapat merencanakan perjalanannya dengan baik. Kepolisian akan memberikan petunjuk-petunjuk melalui media sosial dengan menggunakan QR Code yang ada untuk memudahkan masyarakat dalam berpergian.
Polda DIY mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik selama libur Nataru. Informasi rekayasa lalu lintas akan disampaikan secara berkala melalui media sosial, termasuk pemanfaatan QR Code untuk memudahkan pengguna jalan menyesuaikan rute perjalanan di Jalan Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.