Cuaca Ekstrem, Seperti Ini Kesibukan di Bandara Adisutjipto

10 Maret 2018 00:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia memberikan dampak pada penerbangan

 
Harianjogja.com, JOGJA- Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Indonesia memberikan dampak pada penerbangan. Angkasa Pura I mengantisipasi dengan pemeriksaan rutin pada runway dan terus berkordinasi dengan BMKG setiap 30 menit untuk mendapatkan informasi terbaru tentang cuaca.

Baca juga :

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan mengantisipasi cuaca ekstrem dilakukan dengan selalu memastikan setiap fasilitas bandara, khususnya di area runway dapat berfungsi dengan baik.

"Kami juga selalu melakukan koordinasi dengan BMKG untuk terus memantau kondisi cuaca, apakah cukup baik untuk penerbangan," ujar Pandu kepada Harianjogja.com, Jumat (9/3/2018).

Selain itu, memastikan semua peralatan di bandara hingga drainase berfungsi dengan baik agar potensi genangan air saat hujan deras dapat diminimalisir dan cepat diatasi. Pandu menjelaskan Angkasa Pura I juga selalu melakukan pantauan sejak pukul 05.00 WIB.

"Namun, beberapa hari ini potensi kabut tebal juga sedang sering terjadi. Untuk itu kami selalu melakukan pemantauan pada lampu di area runway. Selain itu, saat hujan deras juga kami selalu memantau visibility," jelas Pandu.

Adapun batas jarak pandang penerbangan yakni 1.000 meter. Jika dibawah itu seperti yang terjadi pada hujan deras beberapa waktu lalu, Pandu menegaskan akan dilakukan upaya penutupan operasional bandara.

"Pada hujan deras beberapa waktu lalu, hujan membuat jarak pandang hanya 800 meter saja. Jadi dengan kondisi itu maka bandara kami tutup sampai jaral pandang bisa kembali normal," papar Pandu.

Kendati mendapat imbauan dari Kementerian Perhubungan terkait cuaca ekstrem, jadwal penerbangan maskapai akan tetap berjalan seperti biasa. Pandu menegaskan tidak ada pengurangan jadwal penerbangan.

Terlebih, hujan deras kerap terjadi saat jam prime time. Pandu memaparkan dari pukul 05.00-15.00 WIB rata-rata ada delapan penerbangan per jam. Sedangkan di atas jam tersebut, ada sekitar 12-14 penerbangan per jam hingga pukul 00.00 WIB.

"Tidak ada pengurangan penerbangan, berjalan semestinya," imbuhnya.