Kekurangan Guru SD dan SMP Negeri di Jogja Tak Mengganggu

10 Maret 2018 15:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Tidak hanya guru ASN yang kurang, tenaga lainnya untuk mengisi sejumlah posisi di lingkungan Pemerintah Kota Jogja juga berkurang

Harianjogja.com, JOGJA-Kekurangan guru SD negeri dan SMP negeri di Jogja diklaim tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyatakan. kekurangan guru di Jogja sejak 2014 tertutupi dengan adanya guru honorer. "Sampai sekarang saya belum mendapat laporan kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu," kata Heroe, di Balai Kota Jogja, Jumat (9/3/2018).

Heroe mengatakan, kekurangan guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) selama ini dapat tertutupi dengan penerimaan guru honorer di masing-masing sekolah. Namun, ia mengakui penerimaan guru honorer sifatnya hanya sementara karena pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk merekrut ASN sendiri.

Menurut dia, tidak hanya guru ASN yang kurang, tenaga lainnya untuk mengisi sejumlah posisi di lingkungan Pemerintah Kota Jogja juga berkurang. Bahkan berdasarkan analisis beban kerja, posisi yang terisi hanya sekitar 55%. Ia menyebut ASN di setiap kecamatan hanya ada sekitar lima orang. "Kalau ada yang pensiun berkurang terus. Sementara yang masuk tidak ada," ujar Heroe.

Setiap tahun pihaknya selalu mengajukan penambahan kuota ASN untuk Kota Jogja. Tahun ini yang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) sekitar 300 orang untuk poisi guru, tenaga medis, dan tenaga infrastruktur.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja, Maryoto mengatakan kebutuhan pegawai untuk Pemerintah Kota Jogja sebanyak 10.724 orang. Sementara jumlah ASN yang ada hanya 5.577 orang. Sehingga terjadi kekurangan sekitar 5.147 orang ASN.

"Jumlah ASN yang ada saat ini pun termasuk yang akan memasuki usia pensiun tahun ini," kata Maryoto, 23 Januari lalu.

Tercatat ada 1.022 orang ASN yang pensiun tahun ini hingga 2020 mendatang. Karena itu Pemerintah Kota Jogja setiap tahun menerima mutasi PNS dari luar daerah untuk membantu kekurangan pegawai. Jumlah ASN luar daerah yang mutasi ke Jogja sejak Agustus 2017 hingga Januari 2019 sebanyak 90 orang.

Maryoto mengatakan setiap tahun pihaknya sudah melaporkan kondisi pegawai di Pemerintahan Kota Jogja. Setiap tahun juga instansinya mengajukan penambahan kuota ASN sesuai skala perioritas sebagaimana yang diminta Pemerintah Pusat. Tahun lalu, BKPP mengajukan tambahan ASN sebanyak 326 orang, dengan rincian 137 di antaranya untuk guru SD dan SMP, 133 tenaga kesehatan baik dokter spesialis, dokter umum, dan perawat. Kemudian tenaga infrastruktur sebanyak 81 orang.