RS Panti Rapih Ajak Pasien Curhat Melalui Lukisan

10 Maret 2018 21:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Melalui kegiatan itu, pasien bisa melakukan relaksasi, sehingga mereka bisa lebih nyaman

Harianjogja.com, JOGJA-RS Panti Rapih mengajak pasien untuk curhat melalui lukisan dalam rangkaian kegiatan rutin healing garden, Sabtu (10/3/2018). Kegiatan melukis dinilai sebagai salah satu obat untuk penyembuhan penyakit.

Kepala Humas RS Panti Rapih Jogja Monica Helvi menjelaskan, kegiatan healing garden sudah rutin digelar sejak 2011 silam. Pada awalnya, kegiatan ini dilaksanakan dua pekan sekali. Namun, seiring berjalannya waktu banyak pasien yang berminat untuk mengikuti. Kemudian intensitas pelaksanaan digelar sepekan sekali dengan mengambil waktu setiap hari Sabtu dari pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB.

"Pasien yang bisa diajak turun ke bawah kami jemput untuk turun di taman ini," terangnya di sela-sela kegiatan, Sabtu (10/3/2018).

Melalui kegiatan itu, pasien bisa melakukan relaksasi, sehingga mereka bisa lebih nyaman dengan beberapa sajian kegiatan seperti musik. Helvi meyakini, kegiatan itu sebagai salah satu pendukung dalam proses penyembuhan pasien.

"Harapannya, pendekatan kita upayakan kesembuhan tidak hanya dari sisi medis saja, tetapi juga melakui suatu kegembiraan atau kebahagiaan," ungkap dia.

Selain melukis, kegiatan Sabtu kemarin diisi juga oleh Anastasia Band yang merupakan mahasiswa UAJY yang mencurahkan waktunya untuk menghibur pasien.

Seniman Lukis Triana yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, para pasien diberi kebebasan untuk melukis apa saja sesuai dengan isi hatinya. Menurutnya, melukis memiliki manfaat yang besar karena bisa menjadi motivasi sekaligus curhat yang dapat meringankan beban.

"Mungkin saat sakit pikiran bermacam itu dicurhatkan lewat kertas. Menurut saya ini obat yang mujarab karena bahasa gambar itu lebih dari semuanya, bisa menjadi terapi lahir dan batin," kata pria yang lukisannya banyak dipamerkan di berbagai kota ini.

Salah satu keluarga pasien, Wartiyah mengaku senang dengan adanya hiburan itu. Kegiatan itu tidak saja menjadi hiburan pasien namun juga keluarga yang menunggu. Ia mengajak kedua anaknya turut serta menggambar. "Kalau ada hiburan misal khusus anak juga akan lebih baik. Karena ini sangat bermanfaat juga bagi kami yang menunggu, kebetulan ibu saya yang sakit," kata wanita asal Purworejo ini.