Ribuan Intelektual Muda Berburu Informasi Kuliah ke Luar Negeri

10 Maret 2018 08:40 WIB Sunartono Bantul Share :


9.200 orang mencari informasi pendidikan luar negeri.


Harianjogja.com, BANTUL--Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Perhimpunan Pelajar se-Indonesia dan Indonesia Global Education Network (IGEN) menggelar Indonesia Internasional Education Fair (IIEF) bertajuk Mendayagunakan Kapasitas Sumber Daya Insani, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sebagai Akselarasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 di Sportorium UMY, Jum’at (9/3/2018). Even itu memberikan berbagai informasi tentang beasiswa pendidikan di luar negeri dengan pengunjung mencapai 9.200 yang sebagian besar merupakan intelektual muda.



Wakil Rektor Bidang Kerjasama Internasional UMY Prof. Achmad Nurmandi mengungkapkan, banyak masyarakat  yang membutuhkan akses untuk mendapatkan informasi  lebih detail terkait beasiswa dan pendidikan di luar negeri. Saat ini siswa SMA sederajat yang mampu melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, hanya mencapai angka 34%. Pameran beasiswa dan pendidikan itu diharapkan bisa mempengaruhi banyak pengunjung untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Hal yang paling mendasar sebetulnya adalah memiliki keinginan yang kuat dan rasa optimisme tinggi untuk  memperdalam ilmu sesuai bidang yang kita tekuni," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Jumat (9/3/2018).

Riska Putri Rezana Hasan selaku Dewan Presedium PPI menambahkan, setiap generasi berhak mendapatkan kesempatan dan peluang terhadap akses pendidikan sesuai  yang diinginkan. Menurutnya, diperkirakan sekitar 83.000 pelajar Indonesia yang tersebar diseluruh penjuru dunia yang  menempuh pendidikan tinggi. Mereka tergabung dalam keluaga besar Perhimpunan Pelajar Indonesia yang berkuliah ke luar negeri.

Ia sepakat pentingnya para akademisi maupun lembaga pendidikan harus membekali para pemuda untuk memajukan Indonesia. Modal utama yang mendasari pemuda harus menempuh pendidikan karena negara membutuhkan generasi muda untuk berkontribusi terhadap masyarakat.

"Kita perlu bahu membahu meningkatkan kualitas masyarakat agar kita mampu menjawab tatangan zaman yang semakin maju. Harapan kami siapapun yang berpeluang kuliah di luar negeri harus bisa kembali ke Indonesia dan mengembangkan daerahnya," jelas Riska.

Pada pameran beasiswa dan pendidikan itu huga diikuti oleh lembaga beasiswa dan universitas dari dalam dan luar negeri. Antara lain dari Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Perancis, Swedia, Belanda, Jepang, Hongkong, Thailand, Rusia, Australia, New Zealand,  Jerman, Italia dan Taiwan. Selain itu ada beberapa lembaga beasiswa dan universitas yang hadir seperti LPDP, University of Manchester, Waseda University, University of Auckland, Washington University, University of Poiters.


"Pengunjung yang hadir pada acara ini mencapai 9.200 orang yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia,” papar Riska. (*)