Korban Tewas Kecelakaan Maut Sedan Jadi Tiga Orang

10 Maret 2018 10:34 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB tepat di depan jembatan timbang Bogem

Harianjogja.com, SLEMAN-Kecelakaan maut terjadi di Kalasan, Sleman, Jumat (9/3) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang tewas dan satu orang kritis.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB tepat di depan jembatan timbang Bogem, Bugisan Tamanmartani, Kalasan. Kecelakaan di jalan Jogja-Solo Km 15 itu melibatkan sebuah mobil sedan bernopol B 1686 FBE dengan pengemudi Fendi Andianto warga Boyolali, Jawa Tengah dan truk kontainer bernopol BL 9308 UN yang disopiri oleh Suyanto warga Madiun Jawa Timur.

Dalam peristiwa itu, kata Kasatlantas Sleman AKP M Faisal Pratama, dua orang penumpang mobil sedan meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Adapun indentitas korban yang meninggal dunia di lokasi kecelakaan, Fendi Andianto, 28, pengemudi mobil Sedan warga Senden Cepoko, Sawit, Boyolali, Jateng. Korban mengalami luka berat pada bagian kepala. Korban lainnya Mega Panca Putri, 19, warga Gambuhan, Cepoko, Sawit, Boyolali, Jateng. Korban meninggal dunia lantaran mengalami luka berat di kepala. Ia juga alami patah kaki kanan.

Dua orang lainnya sempat dirawat di RS Bhayangkara dengan kondisi kritis. Meski sempat dirawat tetapi satu orang korban akhirnya meninggal dunia. Korban lainnya yang kritis dan sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara Kalasan bernama Feliong Nuzuliasa, 21, warga Cempoko Sawit Boyolali juga mengalami luka berat pada bagian kepala.

Satu orang korban lainnya Eko Margiyanto, 31, warga Tegal Muncar Tlawong, Sawit, Boyolali, Jateng dirujuk ke RS Tegalyoso, Klaten karena luka-luka yang dialami cukup berat. "Untuk sopir truk tidak mengalami luka-luka. Sudah kami amankan," katanya kepada Harianjogja.com.

Kronologi kejadian usai olah tempat kejadian perkara, kecelakaan tersebut berawal saat mobil sedan yang ditumpangi empat orang melaju dari timur (Klaten) ke arah barat (Jogja). Mobil berjalan dengan kecepatan tinggi. Saat di TKP, mobil melaju ke arah kanan membentur pembatas jalan kemudian oleng melompati pembatas jalan, melawan arus. Di saat bersamaan, truk kontainer datang dari arah barat (Jogja) ke arah timur (Solo).

Karena jarak sudah terlalu dekat, pengemudi kontainer tidak dapat menghindar sehingga mobil sedan terdorong ke atas pembatas jalan. Kecelakaan pun tidak dapat terelakkan. Mobil sedan mengalami kerusakan berat. Pada bagian depannya remuk. Untuk truk kontainer hanya mengalami kerusakan pada bagian bamper depan dan samping.

Beberapa saksi ada yang menduga, kecelakaan tersebut dikarenakan pengemudi sedan sedang mengantuk. Beberapa saksi juga mendengar adanya ban meletus sebelum kecelakaan terjadi. "Ada suara ban meletus sebelum kecelakaan. Kendaraan sedan itu melaju kencang sebelum kecelakaan," kata Setiawan, warga di lokasi kejadian.

Menurut penuturan sejumlah pengendara, bagi pengendara yang melewati daerah tersebut memang cukup membingungkan bagi yang baru pertama kali melewati jalan tersebut. Alasannya, jika dari arah Prambanan sampai Jembatan timbang Bogem dua kendaraan yang lewat tidak ada pembatas.

"Sampai di depan jembatan timbang ada divider. Kalau dari timur ditarik garis lurus memang masuknya jalur berlawanan. Harusnya agak belok ke kiri menghindari pembatas. Sepertinya masih kurang rambu," kata Yoga Bayu, salah seorang pengemudi mobil.

Meski begitu, pihak kepolisian masih akan menyelidiki kasus kecelakaan tersebut. Guna penyelidikan lebih lanjut, mobil sedan saat ini dievakuasi di Polsek Kalasan dan untuk truk kontainer diamamkan di Jembatan Timbang Bogem. "Kalau dari sisi kelengkapan jalan, kondisinya lengkap. LPJU dan kelaikan jalan bagus. Tapi kami masih menyelidiki kasus ini," kata Faisal.