Longsor di Girimulyo, Akses Jalan Dua Desa Putus

13 Maret 2018 11:58 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Selain itu, longsor mengancam sekitar lima Kepala Keluarga (KK) dengan 30 jiwa

Harianjogja.com, KULONPROGO-Tebing longsor di Dusun Karanggede, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, pada Senin (12/3/2018) malam . Akibat kejadian tersebut, material menutup jalan bagi warga dari dua desa. Selain itu, longsor mengancam sekitar lima Kepala Keluarga (KK) dengan 30 jiwa.

Kepala Dusun Karanggede, Desa Jatimulyo, Suparno mengatakan, longsor tersebut merupakan longsor susulan dari yang sebelumnya terjadi pada 7 Maret 2018 lalu. Pada Senin malam turun hujan deras yang kemudian menyebabkan tanah kembali longsor, dengan panjang rekahan 50 meter, tinggi 25 meter dan lebar 30 meter. Ada satu rumah berada di atas tebing dan empat rumah di bawah tebing.

"Longsor memutus akses jalan bagi warga Desa Jatimulyo dan Desa Giripurwo. Jadi kalau anak-anak mau ke sekolah, atau masyarakat mau lewat, harus memutar lewat Ngesong dan Jonggrangan," terangnya, Selasa (13/3/2018) pagi.

Ia menambahkan, selama ini warga terus melakukan pembersihan jalan yang terkena material longsor dengan cara mengeruk. Namun, tanah yang turun semakin banyak dan sudah mulai memasuki halaman rumah yang ada di bawah tebing. Masyarakat berharap, ada bantuan alat berat dari pemerintah untuk membantu membersihkan material.

Salah satu warga, Rusmini mengatakan, sejak terjadi hujan deras pada sepekan lalu, rekahan tanah semakin menganga lebar dan amblas. Terlebih lagi saat hujan turun. Kondisi itu membuat dirinya dan sejumlah warga lainnya menjadi khawatir dan mencari tempat yang lebih aman, misalnya mengungsi ke tempat saudara. Tiap kali hujan turun, tanah di sebelah rumahnya selalu mengalami pergerakan, imbuhnya. Tanah ambles yang paling dekat dari rumahnya itu, awalnya turun sebanyak 50 sentimeter. Kini semakin bertambah turun sampai 1,5 meter.

Ia mengungkapkan, saat longsor Senin malam, ia sempat lari ke rumah saudaranya. Saat ini ia masih tinggal di rumahnya, tetapi apabila hujan terus turun maka ia akan mencoba mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman. "Harapan kami, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah," kata dia.

Berdasarkan data yang dimiliki BPBD Kulonprogo, tanah longsor juga terjadi di RT 36/RW 16, Dusun Jetis, Desa Pendoworejo yang menutup akses jalan kabupaten. Namun material sudah dibersihkan lewat kerja bakti warga. Selain itu, longsor juga terjadi di RT 14/RW 7 di Dusun Gunturan, Desa Pendoworejo, yang sebagian materialnya mengenai sebagian dapur rumah warga.

Longsor lainnya terjadi di Dusun Gunung Pentul, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih. Material longsor menimpa dapur warga setempat, tetapi sudah dibersihkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.