Bakal Ada Kloset Kuda di Malioboro

15 Maret 2018 18:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Keberadaan andong dan becak di sisi barat Malioboro bakal ditata.

Harianjogja.com, JOGJA--Desain pedestrian sisi barat Malioboro kurang lebih sama dengan yang di sisi timur. Hanya saja, bedanya di sisi barat ada coakan untuk tempat parkir becak dan andong. Di sebelah tempat parkir, disediakan ruang tunggu untuk kusir dan penarik becak. Selain itu, juga akan disediakan tempat pembuangan kotoran kuda demi menciptakan ruang publik yang bersih.

Pemenang sayembara dan pembuat grand design penataan Malioboro, Ardhyasa Fabrian Gusma menuturkan coakan atau cekukan merupakan inovasi untuk penataan andong dan becak, sehingga angkutan tradisional itu parkir dengan lebih tertata dan rapi. Coakan ini berfungsi sebagai tempat transit bagi andong dan becak.

Di sekitar coakan, sambungnya, disediakan tempat pembuangan kotoran kuda. Hal ini penting dibuat, karena selama ini di sisi barat sering tercium bau kotoran kuda dan pesing yang menusuk hidung. Kusir andong tinggal membuang kotoran dan kencing kuda ke tempat pembuangan untuk kemudian dibilas. Fungsinya sama layaknya peturasan atau kloset untuk manusia.

“Jadi kami benar-benar berupaya menjaga kebersihan ruang publik. Nanti ada salurannya sendiri. Jangan sampai saluran kotoran kuda justru masuk ke pembuangan air, jadi dibuat saluran khusus,” ucap Gusma di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Kamis (15/3/2018).

Di sebelah coakan yang merupakan tempat parkir andong dan becak, sambung Gusma, disediakan tempat duduk berupa bollard. Tempat duduk dijadikan semacam ruang tunggu bagi kusir dan penarik becak. Gagasan utama pengadaan ruang tunggu ini adalah untuk mengubah kebiasaan dan tingkah laku kusir dan penarik becak yang sering tidur sembari menunggu dipinang penumpang. Tidur di becak dan andong dianggap kurang terlalu sopan.

Manajer PT F. Syukri Balak, kontraktor penataan sisi barat Malioboro, Eri Purnomo menambahkan posisi coakan dibuat sejajar dengan jalan raya atau lebih rendah dari tinggi pedestrian. Meski sejajar dengan aspal, lantainya terbuat dari teraso sama seperti pedestrian.

Di sepanjang sisi barat ada 14 tempat parkir untuk andong dan 15 untuk becak. Untuk tempat parkir andong bisa menampung maksimal tiga andong. Adapun tempat parkir becak, rata-rata bisa menampung lima becak.

Coakan untuk andong, panjangnya beda-beda. Kalau lebarnya antara 2,5 sampai 2,6 meter. Nanti kalau andong parkirnya berjejer ke arah selatan. Kalau becak menghadap ke jalan raya [timur],” ujar Eri.