Jalan Imogiri-Mangunan Bakal Diperlebar

15 Maret 2018 12:55 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Ruas jalan yang terputus karena gorong-gorong ambrol di Dusun Klepu, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo telah diperbaiki.

Perbaikan ruas jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (Dinas PUP-ESDM) DIY.

Kepala Bidang (Kabid) Bina  Marga Dinas PUP ESDM DIY, Bambang Sugaib mengatakan perbaikan ruas jalan yang menghubungkan antara Patuk dengan Dlingo tersebut dikebut karena merupakan akses utama. Selain itu juga menjadi jalan protokol untuk lalu lintas masyarakat di wilayah tersebut.

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat langsung kami turun untuk memperbaiki dan langsung selesai ," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Bambang menyebut bakal segera melakukan peningkatan kualitas jalan Imogiri-Mangunan agar ruas jalan tersebut dapat mencapai standar sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya ruas jalan Imogiri-Mangunan bakal dilebarkan dari lima meter menjadi tujuh meter.

Sebab menurutnya ruas jalan tersebut idealnya selebar tujuh meter. Pelebaran jalan itu sebenarnya sudah mendesak dilakukan sebab ruas jalan tersebut padat kendaraan wisatawan. "Panjangnya sekitar tiga kilometer dari Mangunan ke Imogiri dan akan selesai 12 Agustus 2018," imbuhnya.

Selain melebarkan badan jalan, Bambang mengaku juga akan menurunkan tinggi jalan di sejumlah tanjakan. Menurutnya kebijakan itu dilakukan agar permukaan jalan bisa lebih rendah.

Sehingga tidak membahayakan kendaraan ketika kendaraan berjalan naik. Sedangkan dalam peningkatan kualitas jalan itu, sejumlah tikungan bakal diperbaiki secara menyeluruh. "Kami juga membangun talud untuk sejumlah titik," ujarnya.

Sementara tahap pertama ini pembangunan jalan hanya dilakukan tiga kilometer dari Mangunan ke Imogiri, sementara ruas jalan Mangunan ke Dodogan akan dilakukan tahap selanjutnya.

Ketua Koperasi Notowono yang juga operator objek wisata di Mangunan Dlingo, Purwoharsono menyambut baik program pemerintah DIY itu. Dengan dilakukan pelebaran itu setidaknya mampu mengurangi potensi kemacetan menuju objek wisata.

Pihaknya menilai dengan penurunan tinggi jalan pada tanjakan bisa menekan kemacetan. Dengan kebijakan pemerintah DIY itu, Ipung mengaku bisa jadi peluang pengelola objek untuk mengembangkan kawasan wisata di Dlingo. "Memang sudah harus dilebarkan," tuturnya.