Dampak Siklon Tropis Marcus di DIY Tak Signifikan

22 Maret 2018 18:20 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah DIY lebih disebabkan faktor pergantian musim

Harianjogja.com, SLEMAN-Dampak Siklon Tropis Marcus yang melewati Samudra Hindia ternyata tidak terlalu signifikan bagi wilayah DIY. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah DIY lebih disebabkan faktor pergantian musim (pancaroba).

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, dampak Marcus di wilayah DIY yang signifikan hanya pada ketinggian gelombang di perairan Selatan Jawa. "Untuk di wilayah daratan DIY, dampak Marcus tidak terlalu signifikan. Hujan lebat yang terjadi dan perlu diwaspadai saat ini dikarenakan DIY masuk masa pancaroba," jelasnya kepada Harianjogja.com, Kamis (22/3/2018).

Dia memperkirakan, berdasarkan data yang ada diprediksi gangguan Siklon Tropis Marcus di pesisir selatan akan berakhir tiga hari mendatang. Gelombang laut akan semakin mengecil dan normal. Kondisi tersebut seiring semakin menjauhnya siklon Tropis Marcus dari wilayah Indonesia. "Potensi tinggi gelombang laut di wilayah pesisir selatan DIY diperkirakan terjadi hingga 26 Maret mendatang," katanya.

Hal ini terlihat dari pola angin yang pergerakannya tidak konsisten, terutama di bagian selatan ekuator. Kondisi atmosfer di masa pancaroba ini udara dalam keadaan lembab berkisar 60-95%, suhu rata rata perhari mencapai 23-33 derajat celsius. "Dengan posisi matahari yang berada di ekuator memberikan kontribusi berupa pemanasan yang kuat yang bisa memberikan suplai uap air di atmosfer," ujarnya.

Djoko menyebut, kondisi atmosfer saat ini dalam kondisi labil dan lembab sehingga pembentukan awan-awan konvektif seperti kumulonimbus akan berpotensi muncul. "Adanya daerah tekanan rendah [low pressure] di barat daya Jawa dan siklon tropis di sebelah barat Australia. Kondisi ini memberikan dampak pada terjadinya hujan sedang-lebat, disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah DIY," jelasnya.