Disbud Jogja Gelar Lomba Menulis Cerpen Bertema Sejarah Jogja

23 Maret 2018 05:20 WIB Jogja Share :

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja akan mengadakan lomba menulis cerita pendek (cerpen) dengan tema sejarah lokal Kota Jogja

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja akan mengadakan lomba menulis cerita pendek (cerpen) dengan tema sejarah lokal Kota Jogja. Hal ini dimaksudkan untuk menggali potensi sejarah di Kota Pelajar tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Disbud Kota Jogja, Dwihana Cahya Sumpena mengatakan potensi sejarah di Kota Jogja begitu melimpah. Namun, lanjutnya tidak semua bisa tergali dan tercatat dalam bentuk tulisan.

"Potensi sejarah kota ini itu banyak yang bisa digali, seperti asal usul nama makanan, daerah ataupun kegiatan masyarakat," ujarnya dalam rapat persiapan Lomba Cerpen Sejarah, di aula Disbud Kota Jogja, Kamis (22/3/2018).

Dwi menambahkan dengan menggali potensi sejarah tersebut juga bisa menumbuhkan rasa sosialisasi yang tinggi. Hal itu lanjutnya karena adanya proses penelusuran sejarah sebelum melakukan penulisan.

"Bisa jadi kan kalau ada yang mau ikut lomba nulis ini dan bingung sama sejarah yang mau diangkat, malahan jadi bisa bertanya dengan sesepuh, tetangga ataupun masyarakat yang lebih paham," ujarnya.

Dwi berharap dengan adanya lomba seperti ini potensi sejarah yang lama tak tertulis dan tidak diketahui masyarakat bisa mulai dikenal. Selain itu ia menambahkan wawasan masyarakat dalam hal sejarah juga bisa bertambah.

"Minimal bisa diperoleh info bahwa di Kota Jogja ada potensi sejarah lokal yang memang bisa dijadikan referensi untuk mengungkap sejarah. Di samping juga sejarah lokal tersebut bisa memberikan wawasan baru bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Sejarah Disbud Kota Jogja, Tri Sotya Atmi mengungkapkan lomba cerpen sejarah ini menjadi yang pertama dilakukan Disbud Kota Jogja.

Hasil cerpen dari para peserta itu nantinya akan dibukukan. "Jadi selain mendapat hadiah uang, para peserta terbaik karyanya akan kami bukukan," ujarnya.

Sementara itu untuk syarat teknis penulisan minimal tujuh dengan maksimal 15 halaman serta dapat menggunakan ilustrasi yang relevan. Selain itu format tulisan menggunakan Times New Roman ukuran 12 dengan ukuran kertas A4 dan spasi satu koma lima. Tema tidak mengandung unsur pornografi dan sara.

"Nanti kalau sudah ditulis bisa dikirim melalui dua tahap yakni dalam bentuk hard copy dikirim via pos ke Disbud Kota Jogja, dan email kami," ujar Sotya.

Sedangkan jadwal pengumpulan naskah mulai 20 Mei hingga Delapan Juni 2018. Lalu pada 29 Juni akan diumumkan nominasi pemenang.