Bersepeda 15.000 Km, Relawan PMI Kampanyekan Konservasi Alam

23 Maret 2018 20:20 WIB Kusnul Isti Qomah Sleman Share :

Perjalanan itu membawa konsep Relawan Mengajar

Harianjogja.com, SLEMAN-Seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Maahir Abdulloh melakukan single touring bertajuk Ekspedisi Penjelajahan Nusantara dengan bersepeda melintasi 34 provinsi. Ia juga akan melakukan pendakian tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia.

Maahir mengungkapkan, diperkirakan ia akan menempuh jarak lebih dari 15.000 km dalam waktu 700 hari (dua tahun) untuk menyelesaikan perjalanan ini. "Perjalanan saya ini berawal dari Jakarta pada 11 Maret 2018 dan direncanakan finis di Jakarta pada 11 Maret 2020," ujar dia dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (23/2/2018).

Ia tiba di DIY pada 18 Maret 2018 dan dijemput oleh komunitas sepeda federal DIY. "Selama di DIY saya sudah bersilaturahmi ke PMI kota/kabupaten, PMI DIY, Kwarda. Selain itu juga mengikuti berbagai kegiatan bersama Taman Bacaan Mata Aksara Kaliurang,” kata Maahir.

Sebelumnya, Maahir sudah melakukan ekspedisi bersepeda dari Jakarta menuju DIY dan pendakian tujuh gunung di wilayah Jawa Tengah. Kala itu ia menempuh jarak sekira 974 km selama 32 hari. Kemudian, ia bersepeda dari Jakarta menuju Bali dan pendakian 14 gunung di pulau Jawa dan Bali dengan jarak tempuh sekira 2.200 km selama 56 hari.

Berbekal pengalaman tersebut, Relawan PMI Jakarta Selatan itu melakukan Ekspedisi Penjelajahan Nusantara. “Saya berencana mendaki Puncak Indraparu, Sumatra; Puncak Rinjani, Nusa Tenggara Barat; Puncak Mahameru, Jawa; Puncak Rantemario, Sulawesi; Puncak Binaiya, Maluku; dan Puncak Bukit Raya, Kalimantan," kata dia.

Perjalanan itu membawa konsep Relawan Mengajar. Ia mengampanyekan konservasi alam, hidup sehat, dan mengurangi polusi udara dengan bersepeda. Ia memecahkan rekor dengan bersepeda menuju tujuh puncak gunung tertinggi Indonesia, membantu tenaga pendidik sekolah di pelosok desa, mengunjungi taman bacaan dis etiap provinsi untuk berbagi cerita.

Ia juga memberikan bantuan hasil donasi dari masyarakat untuk pendidikan di pelosok desa, mengunjungi Markas PMI provinsi, PMI kabupaten/kota, kwarda/kwarcab gerakan pramuka, serta chapter-chapter MTB Federal Indonesia untuk menjalin silaturahmi. Relawan PMI yang hobi berpetualang, bersepeda dan mendaki itu juga akan membantu mengajar di 10 sekolah desa terpencil yang dilewati dengan durasi 30 hari di setiap desa.

“Ekspedisi ini bukan hanya tentang petualangan, melainkan juga tentang pendidikan dan tentang pengabdian. Tujuan akhir dari semua ini adalah mahakarya, yang akan saya tuliskan dalam sebuah buku. Sebagai bentuk otentik yang dapat dirasakan oleh banyak kalangan petualang, khususnya di kalangan PMI, gerakan pramuka, komunitas sepeda federal, dan kalangan umum lainnya," papar Maahir.

Kamis (22/3/2018), Maahir melanjutkan perjalanan ke Magelang dari Markas PMI DIY dan dilepas secara langsung oleh Pengurus PMI DIY. “Secara estafet akan disertai bersepeda sampai dengan Markas PMI Kabupaten Sleman dan selanjutnya sampai dengan perbatasan Jawa Tengah. Ini adalah bentuk dukungan dan apresiasi dari kami di DIY," tutur Suryanto, Sekretaris PMI DIY.

Sementara itu, Sigit Alifianto, Ketua Bidang Organisasi PMI DIY berharap semangat Mahiir bisa menjadi inspirasi untuk relawan-relawan PMI di DIY. "Mengabdi untuk kemanusiaan dan pendidikan," kata dia.