Advertisement
Libur Panjang Akhir Pekan, Gunungkidul Ramai Wisatawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul dinilai meningkat selama memasuki libur panjang perayaan Paskah.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar), Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan jika dibandingkan hari biasa dan akhir pekan biasa, dirasa peningkatan pengunjung cukup terlihat.
"Sejak Jumat [30/3/2018] - Sabtu [31/3/2018] jumlah wisatawan yang tercatat 33.695 wisatawan. Untuk target wisatawan hingga Minggu [1/4/2018] 50.000 wisatawan dengan target Pendapan Asli Daerah [PAD] Rp300 juta mudah-mudahan tercapai," ujarnya Sabtu (31/3/2018).
Dia mengatakan dimungkinkan Minggu sudah mulai ada penurunan jumlah wisatawan dibanding hari Sabtu, yang dinilai sebagai puncak kunjungan wisata.
Adapun pantai masih menjadi tempat favorit wisatawan, selain juga ada beberapa spot wisata lain yang cukup juga banyak dikunjungi wisatawan seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, dan juga Goa Pindul.
Dia menghimbau kepada para wisatawan untuk dapat menikmati wisata dengan baik dan selalu menjaga diri, agar tidak terjadi sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Gunungkidul, Syarief Armunanto mengatakan memang sudah ada peningkatan volume kendaraan dibanding biasanya.
"Sudah mulai ada peningkatan volume kendaraan kearah objek wisata, seperti di kawasan masuk Pantai Baron ataupun Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), dan juga Goa Pindul, namun hingga sore masih cenderung lancar," ujarnya.
Dia mengatakan untuk hari Minggu dimungkinkan masih akan padat, karena hari terakhir liburan. Sebelumnya dia juga mengantakan sudah ada beberapa antisipasi kemacetan dan kordinasi dengan pihak kepolisian.
Sementara itu dikawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran pada Sabtu (31/3/2018) dikatakan oleh bagian Pemasaran Desa Wisata Nglanggeran, Heru Purwanto, sudah mulai menurun kunjungan wisata dibanding Jumat (30/3/2018).
"Sudah mulai turun malahan, Sabtu ada 168 wisatawan, hari sebelumnya ada 386 wisatawan. Ya mungkin karena mereka lebih banyak ke pantai, terlebih sekarang banyak wisata baru juga," ujarnya.
Dia mengatakan untuk Nglanggeran sendiri saat ini memang lebih mengejar lama tinggal wisatawan, bukan jumlah kunjungan wisatawan. Hal itu berdasarkan pertimbangan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat terlalu membludaknya wisatawan.
"Beberapa tahun ini kami memang lebih mengejar lama tinggal wisatawan, dengan pengembangan homestay, untuk jumlah kunjungan memang menurun. Walaupun kami juga berupaya agar tidak terlalu anjlok juga penurunannya," ujarnya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Tabrak Truk yang Putar Balik, Pengendara Motor Tewas di Gamping Sleman
Advertisement
Advertisement







