Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Bupati Endah megunjungi Ahmad Tri Efendi, bocah 10 tahun asal Panggang, Gunungkidul, akhirnya kembali bersekolah di MI Yappi Pijenan setelah tiga tahun vakum merawat orang tua sakit. /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kisah haru Ahmad Tri Efendi (Fendi), bocah 10 tahun asal Padukuhan Jeruken, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, menemui babak baru yang membahagiakan.
Setelah sempat viral karena harus putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit, Fendi resmi kembali mengenakan seragam dan mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin (30/3/2026).
Kembalinya Fendi ke bangku sekolah disambut antusias oleh rekan-rekan sebayanya. Dukuh Jeruken, Winarsih, menceritakan momen emosional saat Fendi dijemput oleh temannya menggunakan sepeda untuk menuju sekolah.
"Hari ini berangkat sekolah dengan dijemput temannya naik sepeda," kata Winarsih pada Senin siang.
Ia menyebut kembalinya Fendi ke sekolah sebagai kabar yang sangat melegakan bagi warga setempat, mengingat bocah tersebut sudah absen selama tiga tahun sejak masih duduk di bangku kelas satu MI.
Fendi terpaksa merelakan masa kecilnya setelah sang ibu, Siaminah, menderita stroke dan kehilangan penglihatan. Kondisi ekonomi keluarga semakin terhimpit ketika setahun terakhir sang ayah, Slamet, juga mulai mengalami gangguan penglihatan, sehingga Fendi menjadi tumpuan utama dalam mengurus keperluan rumah tangga sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan seluruh biaya pendidikan Fendi dan kakaknya akan ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih, yang sempat menjenguk langsung keluarga tersebut, menegaskan bahwa penanganan pendidikan Fendi akan dikoordinasikan bersama Kementerian Agama (Kemenag) karena ia bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Pijenan.
“Saya pastikan Fendi akan bersekolah lagi. Berhubung sekolah di madrasah, maka untuk penanganan dikoordinasikan dengan Kementerian Agama," ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Endah tersebut.
Selain jaminan pendidikan, pemerintah juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan rutin bagi kedua orang tua Fendi, termasuk kontrol medis ke RSUD Wonosari yang dilakukan tepat pada hari pertama Fendi kembali sekolah.
Bupati Endah juga memberikan teguran keras kepada jajaran aparatur di tingkat bawah, mulai dari RT, RW, hingga Pemerintah Kalurahan, agar lebih peka terhadap kondisi warga di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap masalah sosial agar penanganan tidak perlu menunggu hingga menjadi viral di media sosial.
“Jangan menunggu viral baru bereaksi. Harusnya, ini harus cepat terdeteksi agar dilakukan tindakan penanganan dan tidak harus menunggu waktu yang lama,” tegasnya.
Ke depan, pemantauan terhadap keberlanjutan sekolah Fendi akan terus dilakukan agar cita-cita bocah tangguh tersebut dapat tercapai melalui akses pendidikan yang layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.