Advertisement
50 Peserta Meriahkan Lomba Kreasi Jumputan
Arny (kiri) dan Herni (kanan) mengerjakan kain jumputan sesuai sketsa yang sudah dilukis diatas kain menggunakan spidol, Sabtu (14/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Lomba jumputan se DIY mulai diselenggarakan pada Jumputan on The Street hari ke dua, Sabtu (14/4/2018). Sebanyak 50 peserta dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berkreasi dengan kain jumput untuk memenangkan hadiah uang tunai.
Koordinator Lomba Jumputan dalam Jumputan on The Street, Tuliswati, mengatakan sistem penilaian menggunakan metode penyisihan. Pada hari pertama lomba jumputan, hanya penilaian desain jumputan yang akan dilakukan. Para peserta pun bebas menentukan metode jumput baik itu ikat maupun dlujur.
Advertisement
"Setelah desain karya dinilai, kain jumputan dibawa pulang oleh peserta untuk diwarnai, besoknya dibawa kemari untuk dinilai pewarnaannya dan kerapiannya," kata Tuliswati kepada Harianjogja.com, Sabtu (14/4/2018).
Tuliswati mengatakan nantinya dari 50 peserta akan terpilih enam juara. Mulai dari juara I sampai III dan juara harapan I sampai juara harapan III.
BACA JUGA
Juara I akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp7,5 juta, juara II mendapatkan Rp5 juta, juara III mendapatkan Rp3 juta. Sementara untuk kategori harapan, juara harapan I akan mendapat Rp2,5 juta, juara harapan II mendapat Rp1,5 juta dan juara harapan III mendapat Rp1 juta. Pemenang akan diumumkan pada malam puncak Jumputan on The Street setelah pawai jumputan digelar.
Tuliswati menambahkan mayoritas peserta adalah ibu-ibu dari masyarakat umum. Bahkan ada juga peserta dari kalangan bapak-bapak dan kalangan yang tidak pernah membuat kain jumput sama sekali. "Besok akan ada lomba jumputan untuk anak-anak, mulai jam 10 pagi. Pendaftarannya on the spot," kata Tuliswati.
Salah satu peserta lomba jumputan, Herni Irianti dari Kelompok Jumputan Lung mengatakan dirinya membuat kain jumputan dengan metode kombinasi yaitu ikat dan dlujur. "Kalau metodenya digabung bisa lebih bervariasi hasilnya dan tentunya lebih rapi," kata Herni.
Dalam perlombaan jumputan kali ini, Herni akan membuat motif daun ungkur yang dikombinasi dengan motif sibori.
Peserta lomba jumputan lainnya, Arny Pertiwining, memperlihatkan sketsa jumputannya di selembar kertas formulir. Arny mengatakan dalam perlombaan jumputan akan membuat motif flora dan fauna dengan metode dlujur. "Kainnya disketsa dulu dengan spidol, kemudian didlujur. Di jumputan saya akan ada berbagai macam hewan dan tumbuhan," kata Arny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement





