Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Peserta SBMPTN berkerumun di kawasan UGM. /Harian Jogja-Meigitaria Sanita
Harianjogja.com, JOGJA– Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah berlangsung hari Selasa (8/5/2018).
Beberapa peserta yang mengikuti tes mengeluhkan soal-soal yang diujikan lebih sulit dan ada beberapa soal yang belum pernah ada di soal latihan. Rata-rata mereka hanya menjawab 50% dari seluruh soal.
SBMPTN merupakan tes tertulis dengan peminat paling banyak dibanding dengan jalur lainnya, selain persaingan yang cukup ketat juga tingkat kesulitan soal dianggap menjadi tantangan bagi pesertanya.
Hal tersebut dikeluhkan oleh beberapa peserta yang mengikuti tes di wilayah Panlok 46 Jogja. Salah satunya Rona Tama Maulidia dari SMA 1 Wonosobo yang mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro dan Teknologi Pangan di UNS.
“Soalnya lebih susah, sepertinya agak jauh dibanding latihan soal tahun lalu kalau ini baca soalnya aja sudah bingung," katanya, kepada Harianjogja.com.
Pendaftar yang mengikuti ujian di UGM itu mengaku hanya bisa mengerjakan separuh dari seluruh soal yang diujikan. Bahkan ada soal yang tidak ia jawab karena tidak bisa mengerjakannya.
"Belum selesai semua, dan bingung sistem penilaiannya, soalnya ada yang bilang kalau misalkan salah nilainya nol, tapi ada yang bilang kalau salahnya banyak nanti bisa mengurangi nilai juga," tambahnya.
Senada dengan Rona yang berasal dari sekolah formal, Muhammad Hasyim Azhari yang memilih jurusan Ilmu Komputer UGM, peserta asal Situbondo yang menjalani Home Schooling, juga mengeluhkan sulitnya soal yang telah dikerjakan.
“Lumayan sulit, bisa dibilang sulit bisa dibilang engga, tapi lebih sulit ini dibanding latihan. Dan hanya jawab 50 persen, TPA lumayan menantang bisa jawab mungkin 75%. Tapi saya merasa lebih susah TPA,” ungkapnya.
Walaupun sudah sering latihan dan menjalani bimbel (bimbingan belajar), tetap saja soal SBMPTN tidak mudah untuk dikerjakan. Hal tersebut dialami oleh dua peserta asal SMA 5 Bengkulu yang sudah mulai tinggal di Jogja selama 25 hari untuk mengikuti bimbel demi persiapan SBMPTN.
Ahmad Nurkihsan dan Meisella Hardianti, mereka yang rela mengikuti bimbel di Jogja nyatanya masih kesulitan mengerjakan soal SBMPTN.
“Yang bikin sulit soal-soal baru yang tidak pernah diajarkan. Kalau TPA karena aku agak lemah di gambar-gambar kalau yang lain sebenarnya tidak masalah sebenarnya," ungkap Ahmad Nurikhsan.
Sama halnya dengan rekannya, Meisella juga tidak yakin sepenuhnya dengan soal yang telah dikerjakan. Dia hanya yakin kemungkinan lolos dengan kemungkinan 55%.
“Soalnya ada beberapa soal yang familiar, sisanya ya susah, kemungkinan lolos 55%," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.