Mensos Idrus Marham: Penanganan Bencana Harus Keroyokan

Mensos Idrus Marham - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
13 Mei 2018 10:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan, pola penanganan bencana harus berubah. Menurutnya, penanganan bencana haruslah dilakukan secara terpadu.

"Kita harus terpadu dan tidak bisa sendirian, tapi keroyokan. Saya ingin terbiasa gotong royong, jangan sampai ketika bencana semua malah berpangku tangan," ungkapnya ketika Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sabtu (12/5/2018).

Idrus mengatakan, pola penanganan bencana haruslah diubah, jangan sampai bergerak menangani bencana setelah bencana itu terjadi dan membuat banyak korban. Namun, seharusnya, langkah-langkah kewaspadaan dilakukan sebelum bencana terjadi.

Selain itu Idrus berpesan agar tiap daerah menginventarisasi beberapa wilayah yang masuk rawan bencana. "Daerah harus tau di mana saja kira-kira wilayah yang masuk rawan bencana," ujar Idrus.

Idrus Marham juga memberikan bantuan berupa logistik untuk penanggulangan kebencanaan. "Ini pesan dari Presiden Jokowi agar setiap ada bencana, pastikan semua kebutuhan warga terpenuhi," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan kejadian erupsi freatik Gunung Merapi pada pukul 07.43 WIB (12/5/2018) sudah dilakukan tindakan-tindakan penanggulangan. "Setelah erupsi pada pukul 07.43 WIB, langsung ada imbauan untuk mengosongkan radius lima kilometer, dan warga berupaya menjauh ke tempat kumpul yang sudah ditentukan," ujarnya.

Sri Purnomo mengatakan, saat ini kondisi masyarakat sudah aman. "Kita yakinkan kondisi masyarakat itu sekarang sudah aman dan perekonomian warga sudah berjalan dengan baik," kata Sri Purnomo.