NYIA Tetap Akan Beroperasi 2019 Meski Fasilitas Belum Lengkap

Warga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
12 Mei 2018 08:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- PT Angkasa Pura I (AP I) menyatakan New Yogyakarta International Airport (NYIA) bisa beroperasi tanpa menunggu seluruh fasilitas dan sarana prasarana di NYIA lengkap. Sehingga, perusahaan pelat merah tersebut optimistis target NYIA beroperasi pada 2019 bisa tercapai.

Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha AP I, Sardjono Jhonny Tjitrokusumo menjelaskan paling tidak, saat beroperasi pada 2019, NYIA sudah dilengkapi dengan landasan pacu, terminal penumpang, konter check in, fasilitas pemadam kebakaran.

Ia tidak mempermasalahkan apabila saat kali pertama beroperasi, belum ada warung atau gerai komersil yang menjual makanan, minuman atau barang lainnya. Asalkan yang terpenting, saat itu AP I sudah memenuhi syarat minimum operasi untuk mendapat sertifikasi oeprasi bandara.

Saat ini, bentuk calon landasan sudah ada dan masih dipadatkan, selanjutnya akan dicor dan diaspal.

"Pekerjaan di sisi lahan lainnya dilakukan dengan kapasitas ganda secara simultan dan paralel untuk airside maupun landside," terangnya, belum lama ini.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama mengungkapkan, pekerjaan di atas lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) terus berlangsung, kendati belum semua titik telah dibersihkan.

"Sekarang ini pekerjaan sedang fokus proses pemadatan tanah dengan teknik dynamic compaction. Terutama di bagian airside, calon lokasi landasan pacu. Masih ada sebagian kecil bidang di sana yang belum dilakukan perataan, karena harus menunggu pengosongan lahan," terangnya.

Proses pembersihan lahan IPL masih menyisakan beberapa petak lahan yang belum selesai dikosongkan, imbuh dia. Masih ada 32 rumah dengan 37 kepala keluarga (KK) yang menolak NYIA, menghuni IPL.

"Pemindahan warga harus diselesaikan secepatnya. Supaya proses konstruksi pembangunan bandara bisa dilanjutkan," ucapnya.

Pandu menambahkan, lewat pemetaan yang dilakukan terhadap warga penolak, AP I telah menyiapkan skenario menampung warga ke dalam rumah yang disewa oleh AP I. Selain itu, AP I juga menyediakan armada angkut untuk membantu warga memindahkan barang-barang mereka.

"Kita doakan saja, semoga saat harinya nanti semua warga sudah siap, kami sudah menyiapkan semuanya. Agar jangan sampai pada saatnya nanti mereka malah terlantar dan tidak dimanusiakan," paparnya.