Lurah Ngestirejo Terpilih Jadi Ketua PKDI DIY Periode 2026-2031
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Ilustrasi kerusakan karena angin kencang./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, BANTUL-Sebuah rumah makan Ingkung Pak Budi di Kalak Ijo, Desa Guwosari, Pajangan rusak akibat terjangan angin kencang pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa ini sempat membuat pengunjung panik dan berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
Salah seorang warga yang melihat kejadian ini, Yudi Priyono mengatakan, angin yang menerjang rumah makan terjadi secara tiba-tiba. Awalnya, warga yang datang tidak mengira karena kondisi cuaca sedang cerah. Namun saat pengunjung sedang asyik menikmati hindangan, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dan terlihat angina bergulung dari arah barat membentuk pusaran dan menerjang rumah makan.
“Pengunjung yang di dalam panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatan diri,” katanya kepada wartawan, Minggu.
Menurut dia, dalam musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun pemilik rumah harus menanggung kerugian karena genteng dan seng yang terpasang rusak akibat terjangan angin kencang.
“Embusannya sangat kencang karena sampai terdengar suara menderu keras,” tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengaku sudah mendapatkan laporan terkait embusan angina kencang yang merusak sebuah rumah makan di Guwosari. Meski demikian, ia belum bisa menyebutkan secara pasti terkait dengan penyebab fenomena ini. Hanya saja, ia menduga, peristiwa tersebut terjadi karena masa transisi dari musim penghujan ke kemarau.
“Meski hujan sudah turun intensitasnya, tapi potensi musibah harus terus diwaspadai. Salah satunya adalah angin kencang,” katanya.
Menurut dia, masyarakat harus waspada terhadap potensi angin kencang sehingga saat terjadi musibah dapat ditekan kerugiannya. “Banyak cara bisa dilakukan untuk kewaspadaan, salah satunya dengan memangkas pohon-pohon di sekitar rumah yang sudah rindang,” ungkapnya.
Disinggung mengenai potensi angin kencang, Dwi berpendapat bahwa seluruh wilayah berpeluang terjadi musibah angin kencang. Namun, untuk kapan terjadinya tidak bisa diprediksi karena sangat tergantung dengan faktor cuaca. “Intinya harus waspada sehingga dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
SC Freiburg menang 1-0 atas Trabzonspor di Conference League. Gol Lukas Kübler pada menit ke-14 menjadi penentu kemenangan tim tamu.
Pelaku UMKM di DIY masih kesulitan memisahkan uang modal dan keuntungan. Kondisi ini membuat usaha rentan terjebak utang dan membutuhkan pengelolaan keuangan ya
FPF berencana menggelar penghormatan khusus untuk Cristiano Ronaldo setelah sang kapten mengumumkan pensiun dari timnas Portugal.
Lima HP dari POCO, vivo, dan Huawei bisa menjadi pilihan pada November 2026. Simak spesifikasi dan harga masing-masing.
Pemkab Bantul melanjutkan PPBMP pada 2027 dengan anggaran Rp40 juta per padukuhan. Sebanyak 40% dialokasikan untuk penanganan kemiskinan dan stunting.